Hay, Takaiters!

Kita akui aja ya, sekarang ini kalau sehari nggak pakai smartphone rasanya hidup seperti “katak dalam tempurung”. Jadi, o’on. Tidak tahu apa yang terjadi diluaran sana. Kita saat ini sangat bergantung pada smartphone karena fungsinya sebagai portal dunia. Pintu pembuka segala macam informasi.

Dengan HP orang bisa memiliki pengetahuan yang  sangat luas. Melakukan segala sesuatu akan lebih mudah. Wow, wajar saja jika alat itu selalu ‘nempel’ pada pemiliknya.

Kita sering membuka smartphone sampai larut malam. Ketika pagi tiba, setelah bangun tidur kita pun segera meraih kembali perangkat pintar itu. Apalagi, musim pandemi corona-19 ini, ada ‘social distancing’ dan dianjurkan untuk ‘at home’. Alat ini menjadi sangat vital. Satu-satunya alat yang dapat kita pakai untuk memenuhi kebutuhan dasar kita sebagai mahluk sosial.

Sambil duduk di depan TV, memeriksa email, WA komunitas, keluarga dan aktivitas teman di FB, hingga mencari menu restoran untuk makan malam besok, dsb.

Yang Dapat Dilakukan Kelelahan Setelah Penggunaan smartphone

Dengan smartphone,  kita tetap dapat menjalin komunikasi ke luar. Ini, bisa kita maklumi. Jika anda akhirnya kelelahan setelah suntuk seharian menggunakan gadget,dan mencoba untuk mendapatkan beberapa shut-eye.

Foto: doktersehat.com

Jika dihitung, pemakaian Laptop dan ponsel berapa waktu yang dihabiskan? Menurut hasil penelitian Silentnight orang dewasa menghabiskan waktu lebih lama dibanding waktunya untuk tidur, sekitar 8 jam 41 menit digunakan untuk gadget, sementara mereka hanya tidur sekitar 8 jam 21 menit.

Para responden merupakan pengguna smartphone mengaku mengaktifkan ponsel sepanjang waktu. Bahkan, sampai saat tidur. Dan, 4 dari 10 orang dewasa dan remaja mengakui memeriksa ponselnya setelah lelap tidur.

Kemudian, mereka terbangun dn tidak tidur lagi. Pada pagi harinya, mereka juga menghabiskan waktu lebih banyak untuk melihat email dan berinternet, ada sekitar 51% dari pada yang melakukan sarapan pagi hanya 18% maupun yang berdandan 32% orang.

Waduh! Ini “konyol” guys?

Jika kebisaan ini terus dilakukan, ya sementara dengan adanya “social distancing” di musim pandemi corona-19 nggak apa-apa. Tetapi, sebenarnya menggunakan smartphone, komputer atau tablet terus-menurus dari pagi hingga sebelum tidur, membuat diri anda siap untuk besok tidak produktif.

matikan hp
Foto: hellosehat.com

Saran Dokter Untuk Mematikan Hp Sebelum Tidur

Sesungguhnya kebiasaan itu adalah kebiasaan tak sehat lho, jika main HP sampai di bawa ke tempat tidur segala ketika mata sudah mengantuk. Para ahli menyarankan, seseorang perlu mematikan perangkat teknologi  itu 60 menit sebelum tidur. Apalagi mainnya HP sudah dilakukan hampir seharian penuh, tentu waktu untuk istirahat akan sangat terganggu.

Wajar saja para ahli kesehatan memperingatkan, adanya fenomena itu menjadikan orang tidak dapat melakukan tidur dengan berkualitas hingga akan berdampak buruk pada kesehatan. Kekurangan waktu tidur dapat mengurangi daya imun tubuh, dan beresiko menderita sakit jantung, hipertensi, maupun kurang darah.

Dr Nerina Ramlakhan, a sleep and energy coach, menyarankan bahwa seseorang perlu mematikan perangkat teknologi 60 menit sebelum tidur. Main internet dengan HP, Browsing dan medsos sebelum tidur otak menjadi tetap aktif, celakanya akan menjadi sulit tidur. Itu sebabnya disarankan matikan hp untuk kesehatan kita, Takaiters!

Blue Light Blues, Menurut Ahlinya

mematikan hp
Foto: grid.id

Hasil penelitian telah menemukan, bahwa cahaya biru yang memancar dari LCD ponsel bermuatan radiasi yang dapat mengacaukan ritme alami tubuh untuk tidur. Radiasi cahaya biru itu akan menghentikan produksi alami  ‘melatonin’, hormon tidur. Dan, membuat tubuh tertipu hingga orang selalu terjaga karena beranggapan sepertinya siang hari terus.

Dokter Nitun Verma, seorang pendiri perusahaan PeerWell yang bergerak pada teknologi aplikasi smartphone untuk perlakuan penyakit kronis, ia menyampaikan bahwa cahaya biru yang dipancarkan smartphone meradiasi otak ke dalam pemikiran di zona waktu yang salah. Efeks radiasi ini memiliki puncak panjang gelombang 480-500 nanometer. Sementara HP Iphone 6 memancarkan cahaya biru sekitar 550 nanometer.

Menurut dokter Verma, cahaya biru sepanjang waktu mengikis hormon ‘melatonin’ yang dilepaskan. Hormon melatonin berfungsi pada otak untuk memberitahu kita kapan harus tidur. Kata Verma, “Hormon itu akan berfungsi  mengatur jadwal  istirahat kita, kapan mulai tidur dan kapan kita beranjak bangun di pagi hari.

Secara teori, radiasi cahaya biru pada malam hari akan memberi signal pada tubuh untuk tidak mengeluarkan melatonin, dan melempar ritme sirkadian untuk tetap loop. Ini bukan waktu tidur.

Bandingkan dua Kondisi Kehidupan

Dokter Verma memberi penjelasan lebih lanjut dengan membandingkan gaya hidup kota dan desa. Seorang petani yang hidup di desa, setiap fajar bangun dan pergi ke sawah untuk bekerja.

Itu meperlihatkan bahwa, semakin banyak cahaya terang di pagi hari itu membuat petani selalu terjaga. Namun, sejalan dengan bergeraknya waktu, cahaya makin surut. Matahari terbenan. Mereka bernjak pergi tidur, dan akan terbangun oleh terpaan cahaya mentari pagi hari.

Sebaliknya yang terjadi di kota,  orang sebagian besar pada terbangun pada gelap malam. Kehidupan kota selalu penuh dengan  cahaya lampu,  dan orang menyalakan ponsel cerdas, komputer, maupun  TV , bersinar terang  memancarkan cahaya yang sangat dingin (biru).

Jika menyebabkan sulit tidur, tentu akan menimbulkan banyak masalah karena orang semestinya memperoleh kualitas tidur yang baik untuk menjaga kesehatannya.

Memang benar, main HP di malam hari menjadi otak selalu terjaga, dan mata sulit ngantuk. Tapi, itu meniadakan waktu istirahat malam hari yang baik. Woww, menurut dokter Verma, itu bukan masalah sepele karena bersentuhan dengan aktivitas otak.

Jika smartphone itu merupakan portal ke dunia, maka ketika anda masih bermain HP di tempat tidur sama artinya  anda membawa masalah dunia ke tempat tidur. Cobalah matikan hp untuk kesehatan diri sendiri.

Aplikasi pada smartphone.

Memiliki HP, itu berarti ada bagian otak yang selalu siap bereaksi terhadap telepon. Aplikasi smartphone menjaga otak selalu waspada. Ketika HP di tangan, sulit untuk bersantai dengan orang sekitar.

Ada hardware yang dapat melindungi tidur anda dari gangguan radiasi cahaya biru yang dipancarkan smartphone. Biasanya menggunakan Filter layar biru, seperti Ocusshield atau Sleep Perisai. Alat itu direkomendasikan unttuk filter lampu smartphone, tablet, dan komputer.

Aplikasi Twilight berfungsi menyaring jumlah cahaya biru yang dipancarkan HP, dan perangkat lainnya ketika matahari telah terbenam. Sementara Aplikasi F.Lux membut layar menjadi normal pada siang hari, dan berganti ke warna yang lebih hangat pada waktu malam. Ini bisa efektif mengurangi jumlah cahaya biru yang dapat melindungi ketepatan tidur anda.

Dokter Verma, owner sebuah perusahaan aplikasi smartphone untuk kesehatan memberi saran untuk mematikan pemberitahuan non-esensial pada HP, agar anda dapat lebih santai sebelun beranjak istirahat malam, dan tidur anda tidak terganggu.

Begitulah, Takaiters!!

Tentu, tidak lupa matikan HP untuk kesehatan kita satu jam sebelum tidur ya?