Hai, Takaiters!

Bila ditanya siapakah orang pertama yang berhasil terbang? Sebagian besar akan menjawab Orville dan Wilbur Wright bersaudara. Padahal Jauh sebelum mereka berhasil, seorang ilmuwan muslim telah mengembangkan berbagai prinsip penerbangan. Pengertian manusia pertama ini berlaku secara umum, siapapun yang berhasil terbang dengan alat apapun, tidak harus memakai pesawat seperti sekarang.

Takaiters, penasaran dengan sosok Abbas Bin Firnas, bukan? Yuk, simak ulasan Takaitu tentang ilmuwan muslim yang satu ini.

Abbas Bin Firnas, tercatat sebagai manusia pertama yang sukses terbang, mengembangkan prinsip dan alat penerbangan. Beliau sukses terbang dengan menggunakan glider, alat sederhana yang dilengkapi sayap untuk terbang. Walaupun alat terbang Abbas Bin Firnas sederhana tak dapat dimungkiri keberhasilan beliau menciptakan dan menerbangkannya memberi fondasi bagi ilmuwan-ilmuwan barat untuk mengembangan teknologi pesawat dewasa ini.

Abbas Bin Firnas semasa hidup terkenal genius, menguasai berbagai ilmu seperti matematika, astronomi, filsafat, ilmu falak, ilmu hikmah, sastra, bahasa dan kedokteran. Dan beliau lebih unggul di bidang teknik, kimia, dan arsitektur. Sejarawan tidak menulis secara detail kelahiran Abbas Bin Firnas. Hanya disebutkan hidup pada abad ke-2 sampai ke-3 HIjriyah atau pada abad ke-9 Masehi.

Beliau tumbuh dan besar di kota Kordoba, sebuah kota yang menjadi tujuan dari seluruh penjuru bagi orang-orang untuk menuntut ilmu dengan berbagai macam bidang keilmuwannya. Abbas Bin Firnas tecatat lahir di Izn-Rand tahun 810 M, dan wafat pada tahun 887 M.

Abbas Bin Firnas memulai pendidikannya dengan Al-quran di Kuttab wilayah Takurina. Setelah itu beliau belajar di Kordoba untuk memperoleh pengetahuan tentang Islam yang luas. Sebagai ilmuan yang menguasai berbagai ragam disiplin ilmu beliau mempunyai ketertarikan dalam banyak hal, salah satunya bidang aeronautika.

Berawal saat menyaksikan atraksi seorang pria bernama Armen Firman, yang gagah berani terjun dari ketinggian dengan menggunakan alat dari sutra yang diperkuat sepotong kayu, tetapi ia tidak berhasil. Beruntung dia tidak mengalami kecelakaan parah, alat tersebut menghambat laju tubuhnya jatuh ke bumi. Hal ini menjadi inspirasi Abbas untuk mendalami dan mengembangkan rancangan pesawatnya.

Setelah mendalami studi aviasi dan matematika, barulah beliau melakukan uji coba pertama di bukit Jabal Al Ar`us. Saat itu beliau mengundang masyarakat untuk menyaksikan uji coba tersebut. Abbas Bin Firnas berhasil terbang selama 10 menit, tetapi sayang beliau tidak dapat mendarat dengang baik, sehingga mengalami cedera yang cukup parah pada punggungnya.

Walau tak sempat menyelesaikan dan menyempurnakan penelitiannya, beliau menulis secara detail hasil penelitiannya terkait teori penerbangan. Salah satu ilmuan yang pernah membaca buku-bukunya tentang aviasi adalah Leonardo Da Vinci. Da Vinci terinspirasi dan membuat sketsa cetak biru pesawatnya.

Namun, sangat disayangkan buku-buku ensiklopedi hanya memunculkan Wright bersaudara sebagai pelopor penerbangan dunia. Mereka melupakan seorang ilmuwan muslim yang telah mengembangkan kajian tentang aeronautika jauh sebelum Wright bersaudara, yakni Abbas Bin Firnas.

Takaiters, sosok Abbas Bin Firnas tentu memberi kita banyak pelajaran. Betapa keuletan dan konsisten telah mengantarkan beliau sebagai manusia pertama yang sukses terbang. Semoga kita bisa berkaca diri dari kisah yang ditorehkan Abbas Bin Firnas, ya, Guys! Menjadi pribadi yang ulet dan konsisten dalam mengapai kesuksesan di masa depan.