Hola, Takaiters!

Hampir sebagian besar mahasiswa yang ngekos atau jauh dari orang tua pasti ingin menghabiskan bulan Ramadan-nya di rumah. Bareng keluarga, makan tinggal ambil, berangkat ke masjid bersama, sahur pun ada yang membangunkan. Sementara anak kos? Hmm … 8 potret kehidupan di bawah ini mungkin pernah mereka rasakan saat bulan Ramadan datang, lo! Kamu termasuk enggak?

Ikut Buka Bersama di Masjid Sekitar Kos atau Kampus Biar Lebih Irit

Foto: nu.or.id

Memang tak dapat dipungkiri bahwa bulan ramadan sarat dengan kenaikan harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Hal ini biasanya berakibat pada kenaikan seluruh harga pangan. Siapa lagi yang terkena imbasnya kalau bukan selain ibu-ibu rumah tangga atau pemilik warung? Tentu saja anak kos, kan?

Untuk mengakali fenomena tersebut, kebanyakan mereka akan memilih ikut buka puasa bersama di masjid dekat kos atau justru masjid kampus yang biasa menyediakan menu hidangan buka puasa secara gratis. Bahkan kadang lebih mewah isinya. Ini sah-sah saja sebenarnya, malahan lebih nikmat kalau makan bersama saudara muslim yang lain.

Memilih untuk Langsung Menyantap Makanan Berat

Foto: economy.okezone.com

Bagi mereka yang nggak sempet ikut buka bersama di masjid karena sudah penuh atau kuota full, maka akan memilih untuk berbuka puasa di kos atau langsung makan di tempat (warung, kedai, dan sejenisnya). Mereka membatalkan puasa dengan segelas air minum dan langsung menyantap nasi beserta lauk pauknya.

Kontras dengan kehidupan di ruang lingkup keluarga yang cenderung membuka iftaar mereka dengan beberapa hidangan khas bulan ramadan seperti kolak, sosis, risol, carang gesing, dan beraneka ragam kudapan gurih.

Ngabuburit Bareng Temen

Foto: pexels.com

Sebagai bentuk perwujudan untuk mengatasi kekosongan waktu di sore hari, biasanya anak-anak kos memilih berkumpul bersama teman mereka di pinggir jalan, di alun-alun kota, main PES, atau nyaman ngerumpi di kos bersama penghuni lainnya. Beda lagi dengan mereka yang kantongnya masih tebal, ngabuburitnya di Mall, nonton bioskop, dan kegiatan serupa.

Pokoknya tergantung kantong dan mood, deh! Bagi yang lebih suka menyendiri, ada sebagian dari mereka menghabiskan waktu menyambut adzan maghrib dengan mengaji, ngerjain tugas, atau malah nonton drama korea.

Pilihan Editor



Dibangunin oleh Alarm, Ibu Kos, dan Penghuni Kamar Sebelah

Foto: matahidup.com

Waktu sahur di rumah dan di kos sudah pasti punya suasana yang beda, ya, Guys. Mereka yang tinggal satu area dengan ibu kos berhati malaikat biasanya akan dibangunkan oleh beliau. Syukur-syukur dikasih makanan. Ada pula anak kos yang tergabung dalam aliansi tim sukses sahur. Mereka biasanya akan membangunkan teman-teman yang belum bangun dengan mengetuk pintu kamar mereka sampai pintu itu terbuka.

Beda lagi dengan mereka yang mengandalkan alarm. Seandainya memang niat bangun, alarm akan dimatikan, kemudian bergegas ganti baju lalu cari hidangan sahur. Kalau enggak? Alarm dimatikan dan lanjut tidur kembali. Palingan, bangun-bangun udah subuh!

Jualan Hidangan atau Menu Makanan Berbuka Puasa

Foto: enterpreunercam.id

Nah, bagi mereka yang ingin menambah penghasilan ketika bulan ramadan, jualan di pinggir jalan, sekitar pintu masuk kampus, serta taman kota merupakan pilihan tepat. Ada yang menjadi reseller, memasak sendiri, atau ikut mempromosikan dagangan milik temannya. Lumayan lho bisa nabung buat lebaran atau bayar uang kuliah.

Buka dan Sahur Menggunakan Mi Goreng. Kamu Pernah?

Foto: breakingnews.co.id

Mi goreng atau mie rebus sudah seperti belahan jiwa bagi anak kos. Kurang lengkap rasanya kalau buka puasa atau sahur tanpa menyantap kelezatan mie goreng ditambah dengan nasi, sawi, telur, dan cabai. Anak kos yang sedang melakukan penghematan atau memang berselera makan mi akan memilih menu ini sebagai hidangan utama. Katanya, sih, kenyangnya bikin awet!

Drama Menguasai Semua Makanan 

Foto: suara.com

Drama ini bermula ketika seseorang merasa lapar dan haus di siang hari, lalu ia berencana untuk membeli aneka makanan dan minuman yang menurutnya harus dilahap saat berbuka puasa. Waktu berbuka masih lama, tetapi ia sudah mencatat atau memikirkan “hendak berbuka dengan makanan atau minuman apa, ya, sore nanti?”. Ia pun memasukkan nama menu  makanan yang yummy dan enak.

Namun, ketika waktunya mendekati azan maghrib, ia hanya membeli beberapa makanan saja dan mengurungkan niat untuk mendapatkan segala penganan yang ia mau. Godaan puasa memang bukan hanya haus, lapar, tetapi urusan keuangan.

Gimana, Takaiters? Itulah beberapa potret kehidupan anak kos saat bulan ramadan. By the way, kamu pernah mengalami salah satunya enggak?