Fenomena Jual Beli Artikel
Foto: pexels.com

7 Hal yang Wajib Kamu Tahu Tentang Fenomena Jual Beli Artikel

Halo, Takaiters!

Di era digital, aktivitas browsing sudah sangat familier bagi semua kalangan. Kamu akan melihat orang sibuk memegang gawai hampir setiap waktu, membaca berita di media online, atau sekadar bermain media sosial. Seiring maraknya kegiatan jelajah dunia maya, perkembangan website pun kian gencar. Hal ini berdampak pada munculnya fenomena jual beli artikel.

Yups, ada yang menjual jasa pembuatan artikel atau justru mencari jasa penulis artikel freelance. Nah, sekarang kita bahas, yuk, hal apa saja yang wajib kamu tahu tentang fenomena jual beli artikel.

1. Pertumbuhan Website dan Blog

Foto: pexels.com

Website dan blog yang berkembang seperti jamur di kala hujan, membuka peluang baru bagi para penulis artikel freelance. Tentu tidak semua website bisa konsisten menyuguhkan artikel segar tiap harinya. Di sinilah peran penulis artikel freelance begitu penting guna memasok kebutuhan akan artikel fresh dan original bagi blog maupun website setiap hari.

2. Keterbatasan Waktu

Foto: pexels.com

Meski banyak pemilik website yang membuat artikel sendiri untuk kebutuhan lamannya, bukan berarti tidak ada yang memerlukan jasa penulis artikel, lho. Beberapa pemilik website adalah orang-orang sibuk yang mempunyai waktu terbatas. Umumnya mereka akan menyewa jasa penulis freelance guna memenuhi kebutuhan artikel yang harus tayang di website secara berkala.

3. Investasi

Foto: pexels.com

Membuat blog atau website hanya buang-buang waktu! Ngapain, sih, ngeblog? Pertanyaan tersebut kerap terlontar dari orang-orang awam. Bagi mereka, bekerja adalah keluar rumah. Bukan duduk memelototi ponsel maupun laptop setiap harinya. Mereka pun beranggapan investasi hanya berupa emas, tabungan rupiah, hingga deposito. Padahal sebenarnya, para pemilik blog maupun website tengah berinvestasi, lho.

Perlu diketahui bahwa blog yang terawat, rutin memposting artikel baru, akan memiliki posisi yang baik pada mesin pencari. Jika demikian yang terjadi, selamat! Blog atau website kamu sudah bisa dimonetisasi dan pastinya menghasilkan pundi-pundi rupiah, Guys!

4. Ajang Mengasah Keterampilan

Foto: pexels.com

Bagi penulis yang menjual jasa pembuatan artikel, bisa memanfaatkannya sebagai ajang mengasah keterampilan. Semakin banyak pesanan artikel, maka kian mahir pula kemampuan seorang penulis dalam mengolah kata.

5. Profesi Antinganggur

Foto: pexels.com

Zaman semain maju, lapangan kerja kian sempit, serta PHK di mana-mana, mengharuskan orang putar otak mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan. Kamu dapat menjadikan aktivitas menulis sebagai profesi. Bukan hanya membuahkan kepuasan batin, kegiatan ini juga dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah tanpa batas. Tidak ada yang akan memecat atau memerintah. Banyak sedikitnya hasil tergantung pada ketekunan serta keuletan masing-masing orang dalam berkarya.

6. Uji Nyali

Foto: pexels.com

Menulis pun lahan yang baik untuk menguji nyalimu. Ukur seberapa konsisten dirimu dalam menulis. Berapa banyak karya yang berhasil kamu kirimkan ke media setiap hari atau setiap minggu. Serta sportivitasmu ketika terjun mengikuti aneka lomba menulis.

7. Pengingat Diri

Foto:pexels.com

Menulis sesuatu yang belum pernah kamu alami, dengan tujuan memberikan inspirasi, kerap direspon negatif oleh pembaca. “Ah, kamu saja belum menikah, sudah menulis tips pernikahan langgeng.” Atau “Coba kamu yang punya anak balita, apa bisa merapikan rumah dengan mempraktikkan tips yang kamu tulis?” Komentar negatif maupun positif, terimalah dengan lapang dada. Selain memberikan inspirasi bagi orang lain, niatkan suatu tulisan sebagai pengingat bagi diri sendiri, ya.

Fenomena jual beli artikel yang kian marak, memberikan keuntungan tersendiri bagi para pemilik website dan penulis. Bagi kamu yang memiliki hobi atau senang merangkai kata, jangan ragu untuk mencoba profesi ini, ya, Guys.