Hai Takaiters!

Tidak akan sah rasanya apabila kita membicarakan sistem pendidikan tanpa melibatkan Korea Selatan. Memang, sejak dulu Korea Selatan telah dikenal oleh publik luas sebagai negara yang memiliki kualitas sistem pendidikan yang sangat baik.

Hal tersebut dapat terjadi karena mereka berhasil mencapai tingkat literasi 100 persen serta mencatat nilai terbaik dalam tes analisa dan berpikir kritis. Selain itu, keberhasilan sistem pendidikan di Korea Selatan juga akibat dari budaya yang menekankan bahwa siswa yang bekerja keras dan rajin belajar tidak memiliki alasan untuk gagal.

Selain dua alasan diatas, simaklah 7 alasan lainya yang mampu membedakan sistem pendidikan di Indonesia dengan Korea Selatan seperti telah Takaitu.id rangkum.

1. Akses internet sangat memadai

Perbedaan sitem pendidikan indonesia dan korea
Foto: jeda.id

Korea Selatan adalah negara dengan akses internet yang sangat memadai. Bayangkan saja, kecepatan internet di negara tersebut bisa mencapai 10 Gbps. Dengan kecepatan tersebut, memungkinkan setiap siswa untuk membuka berbagai laman daring dengan waktu tidak lebih dari 5 detik.

Selain itu, setiap siswa di Korea Selatan juga memiliki akses belajar secara digital. Dengan begitu, mereka bisa mengakses berbagai informasi di dunia hanya bermodalkan jaringan internet yang cepat itu. Luar biasa, bukan?

2. Waktu belajar yang begitu lama

Foto: South-Korea-Education-System

Setiap siswa di Korea Selatan wajib belajar selama 16 jam di sekolah. Mungkin dari kalian banyak yang tidak percaya, tapi itulah kenyataanya disana. Meskipun mampu mendongkrak kemampuan setiap siswa, namun waktu belajar yang lama ini menyebabkan banyak siswa disana memiliki gangguan pada mata seperti minus.

Hal itu disebabkan karena setiap siswa diwajibkan membaca dan belajar selama di sekolah. Sudah begitu, mereka pun kekurangan waktu untuk bermain. Saking kurangnya waktu bermain, banyak siswa di Korea Selatan itu merasakan stres akut, lho!

3. Tidak ada kata “libur” untuk hari sabtu

sistem pendidikan terbaik di dunia
Foto: idntimes.com

Memang, di Korea Selatan mewajibkan setiap siswanya untuk tetap bersekolah hingga hari sabtu. Bahkan, hari sabtu yang biasanya lebih cepat waktu belajarnya jika di Indonesia, ternyata di Korea Selatan menerapkan kebijakan yang berbeda yaitu tetap belajar full dari pagi hingga sore.

4. Memiliki 5 mata pelajaran utama yang wajib dikuasai

sistem pendidikan korea selatan pdf
Brandapendidikan.blogspot.com

Sama halnya dengan Indonesia dan negara-negara lain, Korea Selatan juga meiliki 5 pelajaran utama yang wajib siswa-siswinya kuasai. Pelajaran tersebut diantaranya matematika, sains, bahasa Korea, studi sosial, dan bahasa inggris.

5. Siswa wajib mengikuti bimbingan belajar

Kekurangan sistem pendidikan korea selatan
Foto: aisyahcm.blogspot.com

Apabila biasanya bimbingan belajar adalah kegiatan pilihan yang begitu flexibel bagi siswa, beda halnya dengan Korea Selatan. Di negeri Gingseng ini setiap siswa wajib mengikuti bimbingan belajar. Jam belajar di bimbingan belajar pun bervariatif, ada yang cepat dan ada pula yang lama.

6. Fasilitas pendidikan lengkap

perbandingan sistem pendidikan korea selatan dan indonesia
Foto: hmetro.com.my

Sebagai negara dengan predikat sistem pendidikan terbaik di dunia, Korea Selatan memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap. Kabarnya, setiap ruang kelas disana memiliki proyektor, layar datar LCD, komputer, hingga fasilitas penunjang pembelajaran lain.

Namun dengan lengkapnya fasilitas tersebut membuat biaya yang dibutuhkan untuk bersekolah menjadi sangat besar. Bayangkan saja, hanya untuk satu seragam sekolah saja orang tua harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah.

7. Sangat menghormati guru

perbedaan sistem pendidikan korea selatan dan indonesia
Foto: hipwee.com

Terakhir, hebatnya sistem pendidikan di Korea Selatan adalah sangat menghormati setiap guru yang mengajar. Saking dihormatinya, guru dianggap berada di posisi tertinggi hierarki sosial layaknya orang suci.

Tak hanya itu, guru-guru di Korea Selatan juga sangat tegas dan keras dalam mendidik siswa-siswinya. Bahkan, masih banyak guru yang memberikan hukuman fisik kepada siswanya agar mereka dapat memahami pelajaran yang diajarkan dalam kelas.