Holla, Takaiters!

Pernahkah kamu membayangkan seberapa besar nyali seorang wartawan perang? Di tengah hujan peluru dan hantaman bom yang dijatuhkan dari pesawat yang mengudara, nyawa mereka pun siap dipertaruhkan.

Mereka tentu bukan hanya ingin memperoleh penghasilan dan berita semata, Guys. Panggilan hati menjadi alasan kenapa banyak wartawan punya nyali besar untuk mendatangi sebuah medan konflik. Mencium bau amis darah, mesiu dan sisa hantaman bom yang meruntuhkan banyak bangunan menjadi pemandangan sehari-hari. Tentu saja mereka harus siap menghadapi itu dalam waktu cukup lama.

Sebuah gambar mampu bicara seribu kali lebih banyak daripada tulisan yang diuraikan panjang lebar. Karena merekalah kita tahu seberapa besar konflik yang terjadi di luar sana seperti yang saat ini kita rasakan di Palestina dan negera-negara Timur Tengah lainnya.

Dan ternyata, perjuangan untuk mendapatkan gambar-gambar itu bukanlah hal mudah. Mereka yang berprofesi sebagai wartawan perang harus siap dengan segala kemungkinan, termasuk kehilangan nyawa sekalipun.

Di bawah ini ada beberapa fakta mengerikan sekaligus membuat haru yang bisa kamu tahu dari mereka yang berprofesi sebagai wartawan perang. Apa saja, ya? Simak ulasannya, ya, Guys!

Sebelum berangkat, mereka sudah sadar akan risiko besar yang siap ditemui di medan perang. Kehilangan nyawa menjadi salah satu hal paling menakutkan tetapi tidak menghalangi keinginan

fakta wartawan perang
Foto: egyptianstreets.com

Guys, gimana sih rasanya menjadi wartawan perang yang siap kehilangan nyawa? Tentu itu bukanlah hal mudah bagi mereka. Sebelum berangkat, mereka sadar betul kemungkinan untuk meninggal di medan perang. Karena itulah, mereka akan menyelesaikan semua urusan termasuk hutang piutang.

Sebelum berangkat, mereka pun telah mempersiapkan diri dan keluarga atas semua risiko yang bisa saja terjadi ketika sedang bertugas. Kebayang nggak sih tangis haru ketika mereka harus berpisah dari keluarga? Benar-benar tugas yang sangat luar biasa ya, Guys!

Menjadi warga asing di medan perang tentu tidaklah mudah. Tetapi warga sipil korban konflik sebuah negara selalu jadi tempat paling nyaman untuk mereka tinggal

fakta wartawan perang
Foto: imemc.org

Kamu bisa membayangkan bagaimana mereka bisa bertahan selama berbulan-bulan di tempat asing dan penuh dengan konflik? Meski sebelum berangkat mereka telah dibekali dengan segala kemampuan untuk bertahan, tetapi hadirnya warga sipil di tengah-tengah kehidupan mereka menjadi sebuah anugerah tak terkira.

Banyak wartawan merasa sangat beruntung karena warga korban perang menerima mereka dengan hangat layaknya sebuah keluarga. Hal ini tentu menjadi asupan energi tersendiri di tengah tugas berat serta berpisah jauh dari orang-orang tercinta.

Bicara dengan foto anak dan istri menjadi obat pelipur rindu yang sungguh sangat mengharukan

Foto: pexels.com

Wartawan perang juga manusia, Guys. Mereka juga punya orang tua, anak serta istri yang sedang resah menanti kepulangannya selepas bertugas.

Rupanya di antara mereka ada juga yang sering bicara sendiri di depan laptop, memandang foto anak dan istri sambil bercerita banyak hal termasuk kondisi mengerikan yang mereka alami. Bagi mereka, hal sederhana itu menjadi obat pelepas rindu. Kamu juga pasti bisa membayangkannya ‘kan, Guys?

Pilihan Editor



Meski harus diberi perlindungan ekstra, tetapi faktanya banyak kejadian mengerikan justru terjadi pada mereka, termasuk diculik dan ditembak mati

fakta wartawan perang
Foto: twitter.com

Wartawan perang selalu menggunakan rompi yang menjelaskan siapa mereka sebenarnya. Wartawan seharusnya memang mandapatkan perlindungan, tetapi faktanya tak sedikit juga yang justru jadi sasaran. Seperti kita tahu beberapa hari terakhir, beberapa wartawan Palestina menjadi sasaran tembak tentara Israel hingga berujung maut.

Sungguh besar perjuangan mereka saat meliput sebuah kondisi nyata di medan konflik. Jika hanya demi materi, tentu mereka tidak akan seberani itu, Guys!

Selalu siap siaga mengambil gambar dan mengabarkan berita terkini meski kadang mereka tahu bom dari pesawat yang mengudara siap jatuh dan menghantam semuanya

fakta wartawan perang
Foto: journo.com.tr

Kejadian mengerikan menjadi pemandangan sehari-hari yang harus selalu mereka hadapi. Meski dihantui rasa takut yang mencekam, tugas tetaplah harus diemban.

Kadang mereka merasa muak mendengar suara pesawat, karena setelah itu mereka tahu akan ada hantaman bom yang siap meluluhkan semuanya, termasuk warga sipil dan dirinya sendiri.

Solidaritas sesama wartawan perang menjadi sangat solid ketika berada di medan konflik. Termasuk terguncang ketika ada sesama rekan kerja yang kehilangan nyawa

fakta wartawan perang
Foto: alaraby.co.uk

Siapa pun bisa kehilangan nyawa ketika sedang berada di medan perang. Bukan hanya warga sipil, wartawan yang katanya harus dilindungi pun tidak sedikit yang menjadi korban.

Karena merasakan hal serupa, hubungan di antara rekan seprofesi pun semakin kuat. Kehilangan teman dalam bertugas menjadi sebuah alasan untuk berduka. Salut banget sama mereka ya, Guys!

Meski sedang terjadi konflik, wartawan perang bahkan tidak menemukan derita berkepanjangan dari tatapan warga sipil yang kehilangan keluarga dan harta benda

fakta wartawan perang
Foto: middleeasteye.net

Mungkin ini menjadi salah satu fakta yang selalu hampir terjadi pada wartawan perang yang bertugas di Timur Tengah. Dalam keadaan sangat sulit, mereka bahkan tidak menemukan duka berkepanjangan dari para korban konflik. Hal seperti ini bisa jadi menguatkan para wartawan sekaligus menghantam nurani. Warga sipil yang menjadi korban sadar betul, bersedih tidak menyelesaikan masalah dan bisa jadi mereka sudah terlalu lelah menangisi nasib.

Tidak ada yang bisa menggambarkan secara utuh betapa menakutkannya kondisi perang kecuali mereka sendiri yang tahu

fakta wartawan perang
Foto: aljazeera.com

Bayangkan saja, beberapa saat setelah meliput, lokasi yang mereka gunakan tiba-tiba dihantam bom. Sedikit saja terlambat, nyawa mereka melayang.

Bayangan menakutkan termasuk tanpa sengaja menginjak ranjau tentu menjadi cerita ekstrem yang hanya mereka rasakan sendiri. Takut, mencekam, muak dan sedih melihat para korban menjadi cerita yang mungkin bisa disampaikan kepada orang lain, tetapi secara utuh hanya mereka yang bisa merasakannya.

Sekembalinya dari bertugas, haru dan rindu membuncah ketika bertemu dengan keluarga tercinta

fakta wartawan perang
Foto: 2.bp.blogspot.com

Hal paling mengharukan tentu ketika bisa kembali ke tanah air dengan selamat. Keluarga tentu sangat bahagia melihat mereka kembali tanpa kurang suatu apa pun. Tangis haru pun tak jarang mewarnai pertemuan mereka.

Itulah beberapa fakta mengerikan sekaligus membuat haru yang bisa dialami oleh wartawan perang ketika bertugas. Sungguh keberanian mereka patut dibanggakan. Salut banget dengan tugas mulia itu. Karena merekalah kita jadi tahu kondisi perang di berbagai wilayah termasuk di Timur Tengah. Dengan begitu kita pun bisa ikut andil membantu. Sungguh perjuangan yang sangat besar ya, Guys! Salut dengan keberanian mereka.