5 Tanda Kamu Mengalami Panic Attack, Sering Nggak Disadari Lho!

Hai, Takaiters!

Kecenderungan memikirkan sesuatu yang tidak bisa kamu dikendalikan bisa menyebabkan panic attack. Tak selalu dapat diprediksi, panic attack bahkan bisa terjadi kapan saja tanpa diketahui dengan jelas apa penyebabnya. Dilansir dari Verywellmind, serangan panik atau panic attack adalah gelombang rasa takut atau ketidaknyamanan yang tiba tiba datang, dan disertai gejala fisik maupun mental.

Sebagian besar orang, dalam hidupnya pasti pernah mengalami panic attack entah hanya sekali saja. Kondisi ini tidak bisa diremehkan begitu saja karena bisa memicu gejala fisik parah, seperti tubuh seakan-akan mengalami serangan jantung. Berikut beberapa tanda mengalami panic attack, simak baik-baik ya.

1. Sering Merasakan Jantung Berdegup Kencang Tak Beraturan

Tanda Mengalami Panic Attack
Foto: Pexels.com

Tanda pertama kamu mengalami panic attack yaitu jantung terasa berdegup kencang seakan mau copot. Saking paniknya, kamu bahkan mungkin tak bisa mengontrol diri untuk berpikir positif. Hal ini terjadi karena pikiran sudah terkoneksi pada sesuatu yang buruk, atau sesuatu yang menakutkan.

Ketika serangan ini selesai, tubuh akan memberikan reaksi seperti kebingungan, lemah, dan merasa kelelahan. Untuk menghindari hal seperti ini, kamu perlu latihan pengendalian diri seperti mindfulness.

2. Gemetar dan Keringat Bercucuran

tanda terkena anxiety attack
Foto: Pexels.com

Kemampuan pengendalian diri (self control) sangat diperlukan setiap orang agar bisa selalu berpikir positif. Seseorang dengan pengendalian diri yang kurang baik akan mudah mengalami panic attack. Kondisi ini bisa ditandai dengan tubuh mudah gemetar sampai keringat bercucuran. Misalnya kamu akan melakukan presentasi di depan banyak orang.

Sebelum presentasi terlanjur membayangkan kemungkinan nanti ditertawakan orang, atau melakukan kesalahan, hingga akhirnya membuat tubuh gemetar seakan mau pingsan. Padahal itu hanya ketakutanmu, ketika maju presentasi apa yang terjadi tidak akan begitu menakutkan.

3. Sesak Nafas

Foto: Pexels.com

Seseorang yang mengalami panic attack biasanya juga sering merasa pesimis akan kondisi tertentu. Akhirnya tubuh memberikan respon berupa rasa cemas. Panic attack bisa memberikan respon tak biasa seperti sesak nafas.

Sebagai contoh seseorang yang mengalami masalah kesehatan tertentu misalnya Gerd, dia bisa jadi takut hal-hal seperti akan kematian karena kondisinya. Selain menimbulkan kecemasan, pikiran tersebut bisa membuat penyakit lebih lama sembuh.

4. Perut Terasa Mual

tanda tanda panic attack
Foto: Pexels.com

Pernahkah kamu merasakan perut tiba-tiba mual namun tak habis makan pedas? Bisa jadi sedang mengalami panic attack. Kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba, misalnya sedang berada di keramaian yang terasa sesak, atau tiba-tiba bertemu dengan sekelompok orang tak dikenal. Awalnya kamu akan merasa pusing, tubuh berkeringat, lalu tiba-tiba perut terasa mual.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena pikiranmu sudah membayangkan hal-hal yang tidak keruan. Rasanya ingin segera berlalu dari tempat tersebut dan perasaan tidak tenang sama sekali. Padahal kecemasan yang membuat perut sampai mual, bisa membuat stres dan menjadi salah satu faktor timbulnya masalah pada pencernaan.

5. Leher Seperti Sedang Dicekik

tanda tanda panik
Foto: Pexels.com

Selain yang disebutkan di atas, serangan panik juga bisa memberikan respon yang lebih menakutkan seperti leher terasa sedang dicekik. Kondisi ini bisa terjadi selama 5 hingga 10 menit, atau bahkan lebih lama dan berkesinambungan dalam jangka waktu satu atau dua jam.

Seseorang yang mengalami panic attack seperti ini biasanya pernah mengalami trauma, atau ketakutan besar akan sesuatu sehingga merasa tertekan. Jika dia tidak bisa mengontrol, ada kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Untuk mencegah timbulnya panic attack ini muncul lagi, penangan secara medis atau terapi sangat diperlukan oleh penderita.

Jika kamu memiliki tanda-tanda mengalami panic attack di atas, coba tarik nafas panjang, kemudian tenangkan pikiran. Percaya semuanya akan baik-baik saja. Ingat, semua orang juga pernah pernah mengalami kondisi ini, jadi kamu tidak sendiri.