5 Sikap Bung Karno yang Patut Ditiru Generasi Millenial

Hai, Takaiters!

Siapa yang tidak kenal bung Karno? Seorang pejuang yang gagah berani sekaligus presiden pertama Republik Indonesia periode 1945-1967. Tidak hanya itu, Bung Karno juga pencetus pancasila yang menjadi dasar negara kita hingga saat ini.

Takaiters, ternyata tanggal 6 Juni diperingati sebagai hari kelahiran Bung Karno. Tanggal ini bisa dijadikan hari refleksi dalam mengenang sang pahlawan yang memiliki nama kecil Koesno Sosrodiharjo. Nama yang diberikan oleh kedua orangtuanya sebelum berganti menjadi Soekarno karena sejak kecil sering sakit. Kemudian lebih akrab dipanggil Bung Karno.

Sebagai bapak proklamator negara Indonesia, tentu Bung Karno memiliki sifat yang dijadikan teladan. Utamanya bagi generasi milenial yang rentang lahirnya sangat jauh dengan peristiwa heroik di era Bung Karno. Yuk, simak sikap Bung Karno yang patut ditiru generasi millenial.

1. Cinta Tanah Air

Tak diragukan lagi, rasa cinta pada bangsa ini membuat Bung Karno mengerahkan seluruh daya upayanya demi tercapai sebuah kemerdekaan. Semasa muda, Bung Karno bergabung dalam organisasi yang memperjuangkan hak-hak kebebasan Indonesia. Organisasi tersebutlah yang mempertemukan Bung Karno dan beberapa pemuda lainnya dalam sebuah cita-cita yang sama.

Cinta tanah air adalah perwujudan sikap setia dengan membela dan mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya. Banyak cara yang bisa ditunjukkan demi rasa cinta pada tanah air, salah satunya adalah seperti pesan Bung Karno, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.

2. Berani

Bung Karno yang juga dikenal dengan julukan Putra Sang Fajar ini tak takut melawan penjajah. Berulang kali Bung Karno keluar masuk penjara dan diasingkan. Semua ini malah membuat Bung Karno semakin yakin dan teguh menggapai kemerdekaan.

Berani berada di pihak yang benar dan tak takut menyuarakannya adalah sikap yang patut ditiru generasi millenial. Berani memperjuangkan hak-hak asasi manusia adalah sikap yang mulia kan, Takaiters?

3. Pantang Menyerah

Berada dibawah ancaman penjajah tak menyurutkan nyali Bung Karno. Segala tekanan tak menjadikan Bung Karno sebagai seseorang yang pantang menyerah. Strategi demi strategi senantiasa disiapkan untuk menyongsong kemerdekaan bangsa. Setelah dipenjara, kemudian diasingkan lalu diculik menjelang kemerdekaan tetap membuat Bung Karno semangat memperjuangkan tanah air.

4. Gigih Mencari Ilmu

Sejak kecil, Bung Karno hanya sebentar tinggal dengan orangtuanya. Hal ini dikarenakan Bung Karno menuntut ilmu hingga di Surabaya untuk menamatkan sekolah dasar. Di Surabaya, Bung Karno bertempat tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto yang juga merupakan teman bapaknya sekaligus seorang pejuang

Pengaruh pemikiran H.O.S Cokroaminoto cukup kental pada Bung Karno. Berkat diskusi yang sering mereka lakukan, maka lahirlah gerakan nasionalis yang menjadi nafas perjuangannya. Tak berhenti disitu, Bung Karno melanjutkan pendidikan ke Bandung dan semakin banyak bertemu dengan pejuang kemerdekaan lainnya.

5. Orator Ulung

Takaiters, biasanya setiap tanggal 17 Agustus, media televisi menayangkan Bung Karno yang sedang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Bagaimana rasanya? Menggelegar dan penuh gairah kan? Ya, gelora itulah yang membakar semangat rakyat Indonesia hingga saat ini tetap mempertahankan kemerdekaannya.

Bung Karno senantiasa menyisipkan emosi dalam setiap orasinya. Bahkan, selalu ada kalimat-kalimat pamungkas untuk membakar semangat rakyat.

Pesan Bung Karno Untuk Generasi Millenial “Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku guncangkan dunia”

Ini adalah kalimat Bung Karno yang terkenal, seolah mengatakan bahwa semangat dan kegigihan pemuda itu mampu merubah dunia menjadi lebih baik lagi. Pemuda memang masa-masa penuh gelora. Pemuda memiliki kekuatan, daya pikir, keberanian dan daya juang yang tak terbatas. Dimana sikap Bung Karno patut ditiru oleh generasi millenial saat ini.