Hai, Takaiters!

Sejauh ini daun pisang menjadi salah satu daun pembungkus makanan yang paling sering digunakan dan paling populer dikalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari pepes ikan, lemper, kue nagasari, hingga tempe, semua dibungkus dengan daun pisang. Pasti makanan tersebut sudah tidak asing lagi. Bahkan, bisa jadi makanan tersebut merupakan makanan favorit.

Bukan tanpa alasan daun pisang dipilih sebagai pembungkus makanan, selain alasan kesehatan karena bebas dari bahan-bahan kimia, membungkus makanan dengan daun pisang tentu lebih ramah lingkungan karena tidak merusak bumi. Dan tentunya menciptakan aroma khas yang mampu menggugah nafsu makan.

Guys, selain daun pisang ternyata ada beberapa jenis daun lagi yang bisa digunakan untuk membungkus makanan tradisional. Yuk, kita kulik 5 jenis makanan tradisional yang dibuat dengan dibungkus daun, selain daun pisang.

1. Lepet Ketan

Foto: ldapuronlinequ.blogspot.com

Dimasak dengan menggunakan daun kelapa yang masih muda layaknya sebuah janur, lepet ketan memiliki rasa manis, gurih dan legit. Ada beragam isi lepet ketan, seperti kacang tanah, kacang merah, dan kacang tolo. Cara pembuatannya cukup sederhana, beras ketan yang telah dikukus setengah matang dicampur dengan santan dan daun pandan. Kemudian campuran tersebut direbus hingga santan meresap sempurna. Beberapa orang juga menambahkan parutan kelapa sehingga menimbulkan sensasi lebih nikmat. Ada yang belum pernah mencobanya?

2. Clorot

Foto: sajiansedap.grid.id

Yuk, kita kenalan dengan salah satu jajanan tradisional asal Purwerejo, Jawa Tengah. Mempunyai nama yang cukup unik, clorot, jajanan berwarna cokelat ini terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula merah cair sehingga menjadikan tekstur clorot terasa kenyal dan lembut saat disantap. Biasanya clorot disajikan sebagai sajian pelengkap saat hajatan maupun acara adat.

Sama dengan lepet ketan, clorot terbuat dari daun kelapa yang masih muda atau janur. Janur pembungkus clorot ini diulin sehingga menyerupai terompet kecil. Kamu pernah menyicipinya?

3. Buntil

Foto: selerasa.com

Bagi masyarakat perkotaan atau generasi milenial, makanan tradisional satu ini terdengar asing di telinga. Penganan berupa lauk pelengkap makan nasi ini dibuat dengan parutan kelapa dengan isian ikan teri di dalamnya. Biasanya dibuat dengan rasa yang cukup pedas, ada rawit utuh di dalamnya.

Pada umumnya buntil dibungkus dengan daun singkong muda, cukup dilipat agar isi tak bercecer dan disajikan dengan kuah santan pedas. Selain daun singkong muda, buntil juga kadang dibungkus dengan daun talas dan daun pepaya. Kalian wajib coba makanan satu ini! Buntil akan terasa sangat nikmat dimakan dengan sepiring nasi hangat, dijamin tidak akan cukup dengan sepiring nasi.

4. Nasi Jamblang Daun Jati

Foto: federal.co.id

Di beberapa daerah di pulau Jawa, daun jati tidak hanya menjadi hiasan, tetapi menjadi ciri khas dari nasi jamblang, seperti di Cirebon, Solo, Blora, dan Jepara. Nasi jamblang dengan aneka lauk berupa telur, urap, sate, tempe bacem, tersusun dalam meja panjang bergaya prasmanan khas rumah makan. Hmm, jadi pengen coba, nih.

5. Wajik Cililin

Foto: menjualkerupuk.com

Wajik Cililin merupakan oleh-oleh khas dari Jawa Barat terutama dari daerah Bandung. Wajik cililin terbuat dari beras ketan, gula aren, kelapa, dan sedikit vanili untuk menambah harum aroma dari wajit Cililin. Pada zaman dulu, wajik cililin manjadi makanan yang dibuat untuk kaum bangsawan. Berbeda dengan zaman sekarang yang siapa saja dapat menyicipinya. Wajik cililin dibuat dengan bentuk yang mengerucut dan dibungkus dengan daun jagung yang sudah kering.

Nah, di antara kelima makanan tradisional yang dibungkus dengan daun di atas, kira-kira mana yang manjadi favoritmu? Rasanya tidak kalah, lo, jika dibandingkan dengan makanan western. Atau ada di antara kamu yang ketagihan setelah menikmatinya.