Halo, Takaiters!

Takaiters tahu dong, kalau setiap daerah pasti memiliki makanan khas nya masing-masing? Begitu pula dengan Jakarta. Ada banyak makanan khas Jakarta yang biasa disebut daerah Betawi. Namun, sebagai kota Metropolitan juga sebagai Ibu kota negara Indonesia, Jakarta saat ini dihuni oleh penduduk yang heterogen.

Berbagai suku bangsa di Indonesia  dan banyak Warga Negara Asing tinggal di Jakarta. Hal ini tentu berpengaruh pada gaya hidup penduduk Jakarta. Budaya dan tradisi Betawi sendiri akhirnya tergerus oleh budaya asing dan bercampur dengan adat istiadat dari daerah lain.

Begitu pula dengan makanan khas Betawi yang kalah bersaing dengan makanan produk luar, atau makanan khas daerah lain yang saat ini justru merajai pasar kuliner di Jakarta. Padahal banyak makanan khas betawi yang unik, dan tidak kalah enak dengan makanan dari daerah lain.

Berikut ini, ada 5 makanan khas betawi yang enak tetapi sudah langka dan Takaiters sudah jarang jumpai di Jakarta.

1. Nasi Ulam

makanan khas betawi dan cara membuatnya
Foto: mediaindonesia.com

Nasi ulam adalah hidangan nasi yang dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah. Sekilas mirip nasi uduk, tapi yang membedakan adalah penggunaan serundeng kelapa ditambah kacang tumbuk dan daun kemangi.

Serundeng membuat cita rasa gurih pada nasi ulam. Sebagai tambahan biasanya nasi ulam dihidangkan bersama lauk tempe goreng, semur tahu, ayam goreng atau telur balado.

Penjual Nasi ulam masih bisa dijumpai di daerah Condet atau daerah-daerah lain di Jakarta yang masih banyak dihuni warga asli Betawi.

2. Gabus Pucung

makanan khas betawi banyak dipengaruhi oleh budaya
Foto: selerasa.com

Gabus pucung adalah masakan khas betawi yang diolah dari bahan baku ikan Gabus dengan kuah hitam. Penampilannya sepintas mirip seperti Rawon. Gabus Pucung sendiri adalah gabungan nama dari “gabus” dan ” pucung”. Gabus adalah isi dari sayuran tersebut. Sedangkan pucung atau kluwek adalah bahan dasar sayuran tersebut.

3. Kue Rangi

Foto: lifestyle.okezone.com

Kue Rangi adalah salah satu jajanan khas Betawi yang sekarang sangat sulit dijumpai. Kue Rangi terbuat dari tepung sagu, kelapa sedang yang diparut kasar (menggunakan parutan wortel), air, dan gula merah.

Cara pembuatannya sangat unik, yaitu dengan memanggang campuran tepung sagu dan parutan kelapa di dalam cetakan khusus diatas tungku kecil. Cara menyajikannya dengan olesan gula merah yang dikentalkan dan dicampur dengan tepung sagu. Biasanya untuk menambah aroma wangi, gula kentalnya dicampur dengan nangka, nenas atau durian.

4. Dodol

makanan khas betawi adalah brainly
Foto: facebook.com/dodolbetawi

Dodol betawi adalah dodol khas betawi, berwarna cokelat kehitaman. Variasi rasa dodol betawi lebih sedikit dibandingkan dengan dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih,ketan hitam, dan durian. Proses pembuatannya cukup rumit dan memerlukan waktu yang lama.

5. Kerak Telur

Foto: tribunnewswiki.com

Kerak telur adalah jajanan khas Betawi yang terbuat dari bahan-bahan seperti beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi yang disangrai, cabai merah, kencur, jahe,merica bulat,garam, dan gula. Rasa kerak telur memiliki karakter gurih dengan cita rasa dominasi rasa ebi.

Ciri khas lainnya adalah penggunaan serundeng kelapa yang ditambah bumbu, daun bawang dan ebi. Pembuatannya dengan cara pembakaran di atas batok kelapa, yang mana ini akan memberikan pengaruh pada cita rasanya yang khas.

Kerak telur masih bisa dijumpai pada even-even seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Festival Budaya Betawi di daerah Setu Babakan Jakarta Selatan.

Nah, Takaikers sekarang sudah tahu kan, beberapa jenis makanan khas Betawi. Sebagai Warga Indonesia yang baik sudah seharusnya Takaikers ikut membantu melestarikan budaya asli Indonesia.

Salah satu caranya bisa dengan mengkonsumsi makanan khas daerah yang dimiliki Bangsa Indonesia, sehingga ciri khas dari sebuah daerah tidak sampai punah. Cintailah budaya dan karya dalam negeri serta berusaha mengenalkan budaya Indonesia di mata Bangsa lain.