Halo, Takaiters!

Setiap hari kita selalu melakukan banyak yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Faktanya, tidak semua kebiasaan tersebut memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bahkan, karena sudah menjadi suatu kebiasaan dan dilakukan hampir setiap hari, meskipun salah, tetapi tetap dianggap sebagai sesuatu hal yang wajar dan sah-sah saja.

Di tahun 2020 ini, ada baiknya kita mulai merefleksikan diri untuk mengubah dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Jika dibiarkan terus-menerus, maka tidak mungkin akan menghambat kesuksesan, membuang waktu secara percuma, dan menjadikan diri sebagai pribadi yang tidak menyenangkan.

Berikut 5 kebiasaan buruk yang sering dilakukan tanpa kamu disadari.

1. Tidak Bisa Jauh dari Gadget

Jika di era tahun 90-an ke bawah dulu hidup akan tetap indah tanpa hadirnya gadget, tetapi di zaman milenial sekarang ini, banyak orang yang hidupnya menjadi galau dan hampa tanpa gadget. Setidaknya bisa dikatakan tidak bisa jauh dari gadget. Mulai dari mengisi waktu luang hingga saat bekerja dan menyetir pun tetap tidak bisa lepas dari gadget.

Dampaknya, tidak hanya pekerjaan ataupun aktivitas penting yang terabaikan, tetapi juga bahaya yang mengancam. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari atau mungkin bersikap acuh. Hal sepele karena gadget bisa berakibat fatal pada keselamatan orang lain.

Takaiters, kini saatnya belajar mengontrol diri dan membatasi penggunaan gadget. Pilih kapan waktu terbaik menggunakan gadget dan waktu maksimal penggunaan gadget dalam satu hari. Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahaya dari kecanduan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita memperpanjang daftar korbannya.

2. Hobi Bergosip

Foto: pexels.com

Takaiters, apakah bergosip merupakan salah satu cara untuk bersosialisasi? Bagi beberapa orang, bergosip bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif cara untuk menghabiskan waktu bersama teman. Saat berkumpul, menyenangkan rasanya bisa tahu dan berbagi cerita tentang kehidupan orang lain bahkan artis atau publik figur yang tidak dikenal. Namun sayangnya, jika ini dilakukan secara berlebihan akan menjadi ghibah dan menimbulkan dosa.

Ada banyak hal positif yang bisa dilakukan tanpa bergosip saat berkumpul, seperti bertukar pengalaman dan tips, hingga melakukan aksi sosial. Jangan sampai hari yang seharusnya bisa diisi dengan hal positif terbuang sia-sia dengan kebiasaan buruk satu ini.

3. Suka Mengeluh

Foto: pexels.com

Manusiawi jika manusia merasa jenuh, tidak puas dan menginginkan sesuatu yang lebih dalam hidupnya. Pada satu titik tertentu akan timbul keinginan untuk mengeluh bahkan menyalahkan orang lain dan keadaan. Pertanyaannya, apakah dengan mengeluh semua akan membaik? Coba bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang dengan mengeluh. Rugi waktu, tenaga dan pikiran. Bahkan jika terlalu sering mengeluh akan dianggap toxic dan dijauhi.

Takaiters, ketika timbul keinginan untuk mengeluh, cobalah untuk berpikir sejenak, menenangkan diri dan menyerahkan semua pada Tuhan. Daripada mengeluh, lebih baik instrospeksi diri. Jika memang benar-benar ingin mengeluh, maka mengadulah pada Tuhan.

4. Menunda Pekerjaan

Foto: pexels.com

Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama, yaitu 24 jam dengan segala kesibukan yang berbeda-beda. Ada yang bisa memanfaatkannya dan mengaturnya dengan baik, tetapi ada juga yang membuangnya dengan percuma. Hanya karena satu keperluan atau alasan, “ah, nanti saja, deadline-nya masih masih lama” atau “aku butuh angin segar untuk mendapatkan ide” akhirnya pekerjaan tertunda dan terbengkalai.

Takaiters, salah satu solusinya adalah dengan mengalokasikan waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Ketika alokasi waktu sudah tertata rapi, cobalah untuk konsisten dan patuh. Bayangkan hal buruk yang akan terjadi jika pekerjaan yang seharusnya tepat waktu menjadi tertunda. Dengan begitu, akan ada motivasi diri untuk berhenti menjadi pribadi yang suka menunda pekerjaan.

5. Membandingkan-bandingkan Diri

Foto: kitamudamedia.com

Untuk poin kelima ini, bisa terjadi saat kamu membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau orang lain dengan orang lain. Manusia bukan benda yang perlu dibanding-bandingkan karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ketika membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara berlebihan, bisa menimbulkan rasa iri. Pun membandingkan orang lain, akan menimbulkan ghibah. Daripada terus membandingkan, lebih baik menggali potensi diri dan mengembangkannya.

Takaiters, setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruk. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyadari dan mengubah kebiasaan buruk tersebut. Tahun baru, semangat baru! Yuk, sama-sama berusaha menghilangkan kebiasaan buruk yang sering dilakukan sehingga hidup menjadi lebih bermakna dan berarti untuk orang-orang disekitar.

Selamat Mencoba, Takaiters!