Hai, Takaiters!

Ramadan sebentar lagi tiba. Tidak seperti Ramadan-Ramadan sebelumnya, Ramadan kali ini adalah Ramadan yang benar-benar berbeda. Bagaimana tidak? Ramadan dengan ciri khasnya salat Tarawih yang dilakukan di masjid-masjid ataupun musala tidak lagi diadakan dikarenakan sebagai upaya pemutusan pencegahan virus corona.

Pasar-pasar Ramadan atau yang biasa dikenal dengan istilah kampung Ramadan di mana biasanya masyarakat ngabuburit berburu makanan untuk berbuka puasa pun tidak akan ada lagi. Yup, Ramadan kali ini bakalan menjadi Ramadan yang berbeda, tetapi, sebagai muslim tentunya menyadari bahwa makna Ramadan sejatinya adalah peningkatan diri, baik dari segi kualitas iman maupun kualitas diri dihadapan sang khalik.

So, apa saja yang bisa kamu lakukan agar Ramadan tetap berkesan dan memiliki makna Ramadan yang hakiki meski ditengah-tengah pandemi corona, simak, yuk, Guys.

Niatkan dengan Niat Tulus dan Ikhlas

Foto: artikula.id

Menyambut Ramadan ditengah pandemi corona, di mana situasi dan kondisi menjadi tidak kondusif ini sebaiknya tetap niatkan dengan hati yang bersih, tulus, dan ikhlas. Pasrahkan pada Sang khalik agar Ramadan kali ini tetap bisa dijalani dengan khusuk, tidak ada halangan, dan selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankannya.

Lakukan Salat Tarawih di Rumah

Foto: detiknews.com

Meskipun ada himbauan dari pemerintah agar masjid, musala atau tempat ibadah lainnya tidak menyelenggarakan salat Tarawih berjamaah, tetapi bukan berarti pandemi corona dijadikan alasan untuk meninggalkan ibadah yang seharusnya dilakukan.

 Salat Tarawih tetap bisa dijalankan di rumah bersama anggota keluarga lainnya. Gunakan ruang keluarga jika di rumah tidak ada ruang khusus untuk melakukan salat berjamaah. Dengan tetap menjalankan salat Tarawih berjamaah bersama anggota keluarga makna Ramadan juga masih akan terasa.

Salat Subuh dan Kuliah Subuh di Masjid Diganti dengan Kajian Keluarga

Foto: liputan6.com

Sahur, ibadah yang paling berat dilakukan karena harus bangun dini hari,di saat enak-enaknya tidur, tetap menjadi momen yang penting ketika bulan Ramadan. Bedanya sahur kali ini, kita tidak bisa lagi mendengar rombongan orang-orang yang berkeliling membangunkan masyarakat untuk melakukan sahur dengan alat-alat musik tradisional.

Setelah sahur, kita juga tidak bisa lagi mengikuti kuliah subuh di masjid. Agar esensi Ramadan tidak hilang, sahur tetap dilaksanakan seperti biasa dengan anggota keluarga, setelah itu dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah.

 Agar waktu Subuh lebih berkesan gunakan untuk sharing, bertukar pikiran, ataupun melakukan kajian tentang hal-hal yang telah dilakukan dan perlu untuk terus ditingkatkan bersama anggota keluarga.

Ngabuburit dengan Kegiatan Positif

Foto: hometriangle.com

Selama social distancing dan lockdown masih diberlakukan, tidak perlu ngabuburit dengan ke luar rumah, berburu berbagai makanan berbuka puasa. Cukup di rumah saja dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif seperti memasak dengan anggota keluarga.

Tidak ada salahnya ,encoba resep-resep makanan yang baru dan lezat untuk berbuka, bahkan akan lebih terasa nikmat karena semua bahan jelas higienis dan sehat. Selain memasak, bisa juga mengisi waktu menjelang berbuka dengan memperbanyak zikir, membaca buku-buku keagamaan, dan mendengarkan ceramah-ceramah agama di televisi.

Berbagi Takjil dan Sedekah Tetap Dilakukan

Foto: idntimes.com

Jika selama Ramadan kamu terbiasa berbagi takjil dengan membawanya ke masjid atau musala untuk para jamaah ataupun anak-anak kecil yang mengaji, kamu tetap bisa berbagi takjil atau sedekah dengan orang-orang yang membutuhkan.

Lihat kanan kiri tetangga kamu, adakah yang perlu dibantu atau kamu bisa mengantarkan takjil atau sedekah Ramadan ke panti-panti asuhan ataupun memberikannya ke para pemulung serta pekerja-pekerja buruh yang memang kesulitan untuk mendapatkan rezeki.

Guys, jika kamu bisa melakukan itu semua, maka esensi Ramadan tidak akan pernah hilang meski di tengah-tengah pandemi corona yang sudah mengacak-acak ketenangan dan kenyamanan hidup manusia. Kamu juga akan tetap mendapatkan nikmatnya Ramadan dengan berkahnya yang tidak terkira jika menjalaninya dengan ikhlas dan khusuk.