Hi, Takaiters!

Sudah terhitung satu bulan sejak World Health Organization (WHO) mengukuhkan bahwa Corona atau COVID-19 adalah sebuah pandemi. Dilansir dari Wikipedia, pandemi adalah epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benua atau di seluruh dunia.

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, setiap hari kabar mengenai PDP, ODP, dan juga korban-korban yang meninggal selalu diperbaharui melalui jubir khusus penanganan masalah COVID-19 Bapak Achmad Yurianto.

Bosan, gelisah, jenuh, gabut, dan sebagainya mungkin menjadi prakata yang tepat dengan kondisi kita sekarang, rasanya seperti terkekang dalam rumah. Yup! Memang hampir dipastikan semua masyarakat di Indonesia mengalami hal yang serupa. Terlebih bagi wilayah yang diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Seperti Jakarta dan yang lainnya.

Akan tetapi, apabila memang kenyataan dunia seperti ini, kita tidak boleh terlalu sedih meratapi nasib ini. Stay positive! Tetap tegarkan jiwa dan perbanyak bersyukur. Sebab, di luar sana masih yang harus keluar dari rumah demi sesuap nasi. Lebih dari itu, menjadi pahlawan bagi kita semua, yaitu para petugas medis. Respect!

Pada setiap bencana pasti terdapat hikmah di baliknya. Kata-kata ini harus menancap di benak kita. Mengapa? Tidak lain karena Tuhan Yang Maha Esa adalah Dzat yang Maha Hikmah. Tidak akan pandemi ini melulu tentang musibah, di balik itu ada hikmah yang dapat kita petik.

1. Quality Time Bersama Terasa Lebih Hangat

Foto: unsplash.com

Jauh hari sebelum masa karantina akibat pandemi ini, wacana pulang kampung sudah kamu bulatkan. Selain karena mendapat cuti, juga dalam rangka untuk mempererat tali persaudaraan. Namun ternyata, hal ini lebih cepat dari perkiraan kita semua. Adanya pandemi ini membuat kamu berinisiatif pulang kampung sebelum waktunya sehingga dapat berkumpul dengan keluarga.

Walaupun tidak semua dari kita bisa pulang kampung karena imbauan dilarang pulang kampung baru-baru ini, tetapi dengan adanya media sosial silaturahmi tetap terasa hangat. Video call bersama keluarga atau saudara menjadi lebih sering, saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan lain-lain.

2. Timbul Solidaritas Sesama yang Tinggi

Foto: hariananalisa.com

Aksi-aksi kemanusiaan tersebar luas, seperti aksi pemberian bantuan sosial bantuan yang dilakukan oleh pemerintah ataupun oleh oknum-oknum tertentu. Belum lagi kalimat-kalimat bernada positif yang digaungkan sebagai bentuk respect dan terima kasih kepada para ojek online (ojol) yang di tengan pandemi masih masih melayani berbagai pesanan juga kepada para satpam yang  masih berdiri tegap menjaga keamanan. Terlebih bagi para pejuang garda terdepan, para petugas medis kita.

3. Nikmatnya Rasa Sehat dan Waktu Luang

Foto: pixabay.com

Pepatah mengatakan, “Nikmat hanya akan terasa apabila sudah hilang.” Memang betul adanya ucapan tersebut. Beberapa waktu yang lalu, kamu mungkin masih bercengkerama ria dengan sahabat karib di coffeshop di ujung jalan, tetapi kini kamu hanya dapat bercengkerama melalui media sosial.

4. Polusi di Dunia Berkurang

Sumber foto: Pixabay.com

Sebagaimana yang dilansir Brillio bahwa setelah berabad-abad tidak terjadi, kini keindahan Gunung Himalaya dapat dinikmati. Saat ini, langit India tampak lebih cerah. Kejadian ini tepat setelah dua minggu keputusan resmi pemerintah India memberlakukan aturan lockdown. Bukan hal yang tabu, ya. Hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

5. Sadar Arti Kebersihan

Cuci tangan
Foto: Pixabay.com

Hal terakhir sekaligus penutup ini memang sepertinya baru diterapkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak? World Health Organization (WHO) sendirilah yang mengindahkan perintah ini. Selain itu, apabila kamu menilik sedikit di berbagai toko-toko, kamu diharuskan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam toko tersebut.

Takaiters, dalam setiap perjuangan selalu ada hikmah di baliknya sehingga sekecil apa pun sumbangsih kita untuk negeri Indonesia, pasti akan ada hasilnya. Bagian terpenting adalah kita harus meluruskan niat-niat kita, tidak ada kata pamrih terbesit dalam benak kita.
Stay positive! Stay at home!