Hai, Takaiters!

Tiap daerah mempunyai tradisi masing-masing. Salah satu adalah tradisi pindah rumah atau mappalette bola dalam bahasa Bugis. Tradisi ini adalah pindah rumah dalam arti yang sesungguhnya. Di mana rumah dipindahkan dengan cara diangkat beramai-ramai dari lokasi lama ke lahan yang baru.

Tradisi mappalette bola merupakan simbol solidaritas masyarakat Bugis. Di mana masyarakat sekitar baik pria maupun wanita akan bergotong royong membantu. Kaum wanita membantu menyediakan makanan dan pria mengangkat rumah secara beramai-ramai.

Berikut 5 fakta unik tradisi Mappalette Bola atau pindah rumah yang dilakukan oleh masyarakat Bugis, yaitu:

1. Desain rumah dirangkai lepas pasang tanpa menggunakan paku

Fakta Unik Tradisi Mappalette Bola
Foto: m.medcom.id

Rumah suku Bugis merupakan rumah panggung. Di mana bagian bawah merupakan kolong atau awa bola disanggah oleh tiang.

Keunikan dari rumah suku Bugis yang disebut bola soba adalah tidak menggunakan paku untuk menyatukan susunan kayu. Maka memudahkan jika akan pindah dengan cara melepas dan memasang kembali rangkaian tiang dan balok rumah tersebut.

2. Sebelum pindah dilakukan uparaca sakral

tradisi mappalette bola adalah tradisi
Foto: Travel.detik.com

Sebelum prosesi mappalette bola akan diadakan upacara sakral. Uparaca tersebut bertujuan agar pemindahan rumah berjalan dengan lancar. Upacara ini dipimpin oleh ketua adat, ia akan memanjatkan doa, menurunkan perabotan agar mengurangi berat beban rumah, memasang bambu pada awa bola sebagai pegangan warga saat menggotong rumah.

3. Dipindahkan dengan mendorong atau mengangkat rumah

Foto: Inibaru.id

Tiba saatnya memindahkan rumah, jika lokasi pemindahan rumah dekat maka hanya didorong dengan memasang ban pada tiang-tiang menuju lokasi baru. Pemindahan rumah dilakukan dengan mengangkat secara bergotong royong jika lokasi sangat jauh. Rumah akan diangkat oleh puluhan bahkan hingga ratusan kaum laki-laki.

Prosesi ini dipimpin oleh seorang kepala adat yang berperan memimpin dan memberi aba-aba dalam melangkah. Selain itu ia meneriakkan semacam “mantra” agar para warga kuat memindahkan rumah hingga ke lokasi yang baru.

4. Diakhiri dengan makan bersama

Nilai solidaritas dari tradisi mappalette bola
Foto: Inibaru.id

Tugas dari kaum wanita dalam prosesi mappalette bola adalah menyediakan menu makanan. Sebelum acara dimulai pemilik rumah wajib menyiapkan makanan pembuka berupa kue-kue yang rasanya manis. Kue tersebut misalnya, barongko, sanggara balanda, suwella, dan kue bandang.
Setelah selesai rumah dipindahkan diadakan makanan bersama.

Makanan khas yang menjadi suguhan adalah sup saudara dan ikan bandeng bakar bumbu saus kacang. Hal ini sebagai tanda terima kasih pemilik rumah kepada para warga yang telah membantu.

5. Ritual maccera bola

Makna tradisi mappalette bola
Foto: Infobudaya.net

Setelah setahun rumah yang dipindahkan didiami maka pemiliknya mengadakan ritual maccera bola. Maccera bola artinya memberikan darah pada rumah dan merayakannya. Darah yang dipakai untuk ritual ini adalah darah ayam kemudian dioles pada tiang-tiang rumah kemudian dibacakan mantra yang dilakukan oleh dukun atau sanro. Tujuan dari ritual ini adalah agar pemilik rumah terhindar dari bahaya atau tolak bala.

Inilah fakta unik tradisi mappalette bola atau pindah rumah dengan cara mengangkat rumah hanya ada di Indonesia, lo. Sungguh unik, ya, tradisi ini, Takaiters.