Hai, Takaiters!

Bagi penggemar olahraga kegiatannya banyak dilakukan di lapangan olahraga. Di lapangan olahraga inilah tempat berlaga para atlet untuk mengharumkan nama bangsa. Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah salah satu lapangan olahraga, kebanggaan bangsa Indonesia.

Sebagai salah satu artefak kebanggaan bangsa Indonesia mari kita telusuri lima fakta pembangunannya, Takaiters!

  • Ide Pembangunan

Ide pembangunan gelora bung karno
Foto: tirto.id

Pada tahun 1956 Presiden Soekarno mengadakan kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet, saat sedang berpidato di stadion Luzhniki Moskow, Presiden Soekarno terkesima dengan ke megahan stadion ini. Dalam benak Soekarno menginginkan bangsa Indonesia memiliki stadion semegah ini.

Maka Presiden Soekarno mengajukan pinjaman pada kepada Uni Soviet untuk membangun stadion olahraga. Perdana Menteri Nikita Khrushchev, perdana menteri kala itu, menyetujui peminjaman tersebut.

  • Pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno

sejarah pembangunan stadion utama gelora bung karno
Foto: kabar24.bisnis.com

Setelah pinjaman lunak disetujui, tiga tahun kemudian tepatnya tahun 1959-1960 mulai dibangun Stadion utama Gelora Bung Karno, penancapan tiang pertama pada bulan Februari 1960.

Pembangunan stadion ini dibantu oleh beberapa insinyur dari Uni Soviet, 40 sarjana teknik yang memimpin 1200 pekerja sipil maupun militer dari Indonesia. Satu dari beberapa arsitek Indonesia yang dipercaya untuk menanganinya adalah Friedrich Silaban.

  • Sejarah Atap Stadion

Tanggal berapa gelora bung karno dibangun
Foto: boombastis.com

Stadion olahraga impian Soekarno hampir terwujud hanya saat Presiden Soekarno menyampaikan keinginannya agar atap stadion berbentuk temu gelang mendapat penolakkan dari arsitek Uni Soviet. Konstruksi yang tidak lazim dan tidak mungkin adalah alasan mereka. Namun Presiden Soekarno tetap menginginkan atap stadion berbentuk temu gelang sebagai pelindung penonton dari panas dan hujan.

Selain itu atap temu gelang ini terinspirasi dari stadion Luzhniki Moskow dan Museo Antropologi de Mexico. Akhirnya stadion olahraga impian Soekarno terwujud dengan kapasitas 110000 penonton, 24 sektor tribun, 12 pintu utama masuk utama, dengan atap temu gelang menjadikan Gelora Bung Karno sempat menjadi salah satu stadion terbesar di dunia pada saat itu.

  • Peristiwa Terbakar dan Event Olahraga Pertama

Foto: tirto.id

Pada saat pengerjaan stadion pernah terjadi peristiwa terbakar pada 23 Oktober 1961 pada jam 18.45 WIB. Percikan api membakar beberapa bagian bangunan yang hampir selesai.

Pembangunan Stadion ini dipersiapkan untuk penyelenggaraan Asian Games. Dengan terjadinya peristiwa kebakaran tersebut sempat menimbulkan rasa pesimis dalam menghadapi event olahraga ini. Namun hal tersebut tidak terjadi stadion selesai pembangunannya dan diresmikan pada tanggal 21 Juli 1962. Dengan nama Stadion Gelora Bung Karno. Dan digunakan pertama kali saat perayaan pesta olahraga Asian Games ke 4 yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 1962.

  • Perubahan Nama

Foto: redaksikota.com

Nama stadion semula bernama Stadion Gelora Bung Karno pernah berubah menjadi Stadion Gelora Senayan pada era Presiden Soeharto. Namun mendapatkan kontroversi dari kalangan mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.

Nama stadion kemudian berubah kembali pada saat kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2001 menjadi Stadion Utama Gelora Bung Karno hingga saat ini.

Berdirinya Gelora Bung Karno adalah kebanggaan bangsa Indonesia. Stadion ini bukan saja sebagai ajang tempat para atlet berlaga tetapi juga konser musik, kampanye politik, dan lain-lain.

Kita sebagai generasi muda harus memelihara dan merawat Stadion Utama Gelora Bung Karno karena stadion ini adalah saksi bisu dari berbagai peristiwa terutama perjuangan para atlet yang mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah Internasional. Selamat hari olahraga nasional.