Hai, Takaiters!

Kesibukan yang menyita waktu dari hari ke hari membuat stres. Terlebih akibat pandemi Covid-19 pemerintah menganjurkan agar pekerjaan dilakukan di rumah atau Work From Home (WFH). Keadaan ini semakin membuat stres.

Stres yang berkepanjangan akan memberikan dampak pada kulit. Berikut dampak nyata yang terlihat pada kulit, yaitu:

1. Jerawat

dampak stress pada kulit
Foto: prelo.co.id

Saat sedang dilanda stres tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol ini diproduksi oleh kelenjar adrenalin berfungsi untuk meningkatkan respon tubuh terhadap situasi yang menegangkan dan membuat stres.

Stres yang berkepanjangan menyebabkan hormon kortisol terlalu banyak diproduksi sehingga berdampak buruk pada tubuh. Salah satunya adalah mempengaruhi sistim pencernaan dan keseimbangan antara bakteri baik dan buruk di usus sehingga menyebabkan timbulnya jerawat.

Selain itu kelebihan hormon kortisol juga mengganggu keseimbangan hormon lain dalam tubuh. Di antaranya kelenjar sebasea akan menghasilkan banyak minyak terutama di kulit wajah.

Kelebihan minyak di wajah akan menyebabkan timbulnya jerawat terutama jika malas membersihkan wajah.

2. Timbulnya kantung mata

dampak stres pada kesehatan kulit
Foto: bogor.tribunnews.com

Kurang tidur dapat dialami oleh orang yang sedang mengalami stres. Akibat dari kurang tidur darah di bawah kulit tipis mata melebar menyebabkan penumpukan cairan di sekitar mata, sehingga terbentuk kantung mata.

3. Kulit kering dan bersisik

pengaruh stres pada kulit
Foto: Wolipop.detik.com

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengakibatkan kulit menjadi kering. Pada saat mengalami stres terkadang lupa untuk minum sehingga cairan dalam tubuh berkurang.

Selain itu banyak orang saat mengalami stres lebih banyak mengonsumsi kopi atau minuman bersoda, minuman ini malah membawa pengaruh yang buruk, yaitu dehidrasi. Akibatnya kulit menjadi kasar, kering, dan bersisik.

4. Ruam dan gatal-gatal

dampak stres pada tubuh
Foto: Health.grid.id

Tahukah, Takaiters? Stres dapat merangsang reaksi kimia sehingga kulit menjadi peka. Ujung-ujung saraf yang berhubungan dengan kulit akan mengirim sinyal ke saraf pusat sehingga menimbulkan gatal dan ruam reaksi dari stres tersebut. Lebih buruk lagi jika kulit dalam masalah atau penyakit kulit tertentu akan sulit disembuhkan.

5. Keriput

Foto: Hallosehat.com

Telah dijelaskan di atas stres menghasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol ini akan memecah kolagen sehingga terjadi perubahan protein serta mengurangi elastisitas kulit. Kedua keadaan tersebut membuat kulit berkeriput.

Akibat pekerjaan atau beban kehidupan mengakibatkan timbulnya stres. Stres tidak dapat dihindari tetapi harus dicari jalan keluarnya agar tidak berlarut-larut. Maka luangkan waktu untuk beristirahat dan berlibur sebelum stres memberikan dampak buruk terhadap kulitmu.

Nah, itulah 5 dampak stres pada kulit, Takaiters! Mari jaga kesehatan kulit dengan cara mengurangi tingkat stres yang terjadi. Jika dibutuhkan, lakukan liburan atau berbagai cara yang biasa kamu gunakan untuk menghilangkan rasa stres, ya, Takaiters!

Jangan stres melulu ya! Kamu berhak bahagia.