Hallo, Takaiters!

Himbauan pemerintah untuk “at home” sudah berjalan berapa lama ya? Rasanya juga serba salah dengan adanya “Social distancing”, pada situasi pandemi Corona-19 ini  mau ke luar rumah terbatas mau ketemu siapa juga belum tentu mau orang yang akan ditemuinya. Padahal, kita ini mahluk sosial ya, guys? Paling, kompensasinya ke sosmed. Bosan.

Nah, kondisi seperti ini sebenarnya merupakan salah satu sebab yang memicu stres. Efeks dari kondisi keterbatasan, sangat rentan untuk menjadikan orang stres.

Padahal, sekarang ini semua serba terbatas, bertemu orang terbatas, duitnya terbatas, belajar dan bekerja terbatas, ya makannya juga jadi terbatas. Apa ini tidak menjadikan orang stres. Namun, tidak usah kuatir Guys.

Ini ada tips untuk mengatasi stres. Yuk, disimak!

Lakukan Hobi Yang Menghilangkan Stres

cara ampuh menghilangkan stress depresi dan frustasi
Foto: megapolitan.kompas.com

Jalan keluar untuk menghilangkan stres atau menghindari stres sudah banyak ditempuh. Namun karena berbagai penyebab yang menyebabkan stres itu sendiri sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia modern, tentunya setiap saat gejalanya selalu dapat terulang kembali.

Namun demikian, stres tidak perlu dikhawatirkan. Hidup harus berjalan “seperti orang  naik di atas sepeda” jika berhenti maka akan jatuh. “Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving” (Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan anda harus terus bergerak).

Menemukan cara efektif untuk mengatasi stres adalah suatu keharusan. Kamu bisa bilang, Aku bisa.

Dimaklumi,  bisa jadi orang yang dapat memberikan formula kepastian cara efektif untuk menyembuhkan atau meredakan stres adalah orang yang menderita, terutama dalam ketenangan pikiran.

Namun tidak ada salahnya jika orang lain memberi masukan dengan memberikan nasehat untuk relaksasi. Olahraga atau olahraga ringan, menyalurkan hobi mengkonsumsi makanan, seperti makan coklat, minum teh, hingga dinasehati untuk menghindari alkohol, dan kopi. Bla bla bla.

Semua saran yang disampaikan harus direspon secara positif. Bukankah seorang ahli bedah juga tidak dapat melakukan operasi dengan membedah dirinya sendiri?

Jadi, bersyukur masih menemukan sesuatu yang bermanfaat yang bisa dijadikan inspirasi kedepannya untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Menurut Nick Janke, penulis Switch On, “Lepaskan Kreativitas Anda & Tumbuh dengan Sains Baru & Semangat Terobosan” seperti dilansir Huffington Post, ada lima cara yang dianggap efektif untuk membantu menenangkan pikiran dan menghilangkan stres.

Atur pernapasan

cara efektif penghilang stres
Foto: merdeka.com

Dengan gerakan-gerakan kecil tubuh ke posisi tertentu yang disertai dengan pengaturan pernapasan selama beberapa menit dapat memecah tumpukan energi negatif dalam tubuh.

Diketahui, energi negatif ini bersumber dari kondisi stres yang dialami seseorang yang menumpuk, sehingga menjadi berlebihan di dalam tubuh dan menciptakan kondisi buruk pada seseorang, seperti marah, gelisah, ketakutan, dan lain sebagainya.

Keingintahuan

cara efektif menghilangkan stress
Foto: liputan6.com

Menurut seorang ahli Psicho-forensik, area otak terutama korteks prefrontal memegang peranan penting, terutama dalam perhatian, motivasi, dan eksekusi. Ia mengatakan, area tersebut tidak akan berfungsi secara maksimal saat seseorang sedang stres.

Tetapi, tidak perlu khawatir bahwa Anda tidak akan memiliki ketenangan untuk melakukan pekerjaan Anda dengan baik. Keadaan tersebut bisa diakali, caranya dengan meningkatkan rasa ingin tahu yang membuat area prefrontal cortex otak sibuk.

Metode ini dapat menghasilkan respons stres – membuat otak terus menerus memikirkan masalah yang sama. Sebuah penelitian menemukan bahwa semakin seseorang ingin tahu, semakin baik kualitas perhatiannya.

Nah, tidak ada salahnya jika Anda merasa penasaran untuk mencoba menciptakan kondisi bagi diri Anda untuk selalu berkreasi mencari hal-hal baru yang menarik dan mudah beradaptasi sehingga stres akan berlalu.

Bercumbu

Foto: inikata.com

Siapa bilang bermesraan dilarang? Pergaulan sangat baik untuk kesehatan dan halal asalkan dilakukan di tempat. Menggendong seseorang yang dicintai, atau dicintai seperti istri dan anaknya. Serta kerabat atau bahkan sahabat dekat, akan membantu melepaskan hormon cinta – oksitosin – dalam tubuh.

Orang yang berpikiran maju, setuju bercinta bisa membuat tubuh lebih sehat, membantu memperbaiki otot, jaringan otak, dan neuron. Semakin banyak orang tahu – detak jantung melambat, dan tekanan darah turun – membuat hidup “segar”.

Meditasi

 

Foto: senamyoga.com

Prinsipnya, seseorang yang bermeditasi ketika dia melakukan introspeksi diri secara mendalam dengan memperhatikan mekanisme organ tubuh, mendengarkan irama suara detak jantung, getaran aliran darah. Dll.

Masuk akal bila seseorang sering bermeditasi agar lebih sadar akan kondisi tubuhnya sendiri. Dengan mengenali kondisi tubuh, termasuk ketika terjadi perubahan emosi, maka lebih mudah untuk mengontrolnya dengan berusaha mencari cara untuk kembali ke titik terbaik.

Cinta

Foto: rumahzakat.org

Semua manusia memiliki kebutuhan untuk mencintai dan dicintai. Rasa cinta sebagai kualitas tertinggi yang diberikan Sang Pencipta kepada manusia harus dijaga dengan baik.

Bayangkan, jika perasaannya hancur, mungkin manusia akan berperilaku tidak manusiawi, selalu berusaha mencari manfaat menjadi homo hominy lupus.

Cinta untuk hidup seseorang harus mendapat cukup ruang untuk diungkapkan dengan benar. Hal ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan, dapat membantu menangkal stres.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hormon oksitosin akan menurunkan jumlah hormon kortisol – penyebab stres – di dalam tubuh. Ketika seseorang memiliki hubungan interpersonal yang romantis.

Pada umumnya seseorang akan menjadi pribadi yang berpikiran lebih luas, rasional, dan argumentatif dalam menentukan pilihan. Sementara itu, seseorang hanya merasa bergairah bercinta, namun hubungan intim yang cenderung pendek dan kurang kreatif belum terjadi.

Nah, itulah cara efektif menghilangkan stres yang bisa kamu lakukan di masa pandemi saat ini, Takaiters!