Halo, Takaiters!

zaman sekarang selalu ada saja peluang orang melakukan kejahatan. Inilah realita yang harus kita disadari, Guys! Khususnya untuk kamu yang baru tamat kuliah dan sedang sibuk mencari pekerjaan.

Para pelaku tak bertanggung jawab ini sangat menfaatkan keadaan. Jadi, buat kamu yang saat ini sedang mencari pekerjaan, ada baiknya memperhatikan tips berikut. Jangan sampai niatmu mencari pekerjaan malah membuatmu mengalami penipuan. Yuk, simak tipsnya!

1. Mendapat Email Tak dikenal

Foto:jobstreet.co.id

Pernakah kamu mendadak mendapat panggilan kerja via email, Guys?

Eits, tetapi jangan buru-buru bahagia dulu, ya! Kamu harus teliti saat membaca isinya. Biasanya kalau panggilan kerja itu legal, isinya pasti menautkan kamu pada website resmi perusahaan yang kamu tuju.

Nah, masalahnya bila isi emailnya berbeda, ditambah embel-embel kamu diminta konfirmasi kedatangan ke nomor yang dicantumkan di ‚ÄČemail, kemudian kamu diminta menghubungi nomor Bapak A 081xxxxxxxxx untuk info akomodasi di mana pihak panitia akan menyediakan tiket dengan catatan harus mentransfer sejumlah uang. Maka bisa dipastikan bahwa itu penipuan.

Bayangkan saja, jika perusahaan di negeri ini menciptakan alur penerimaan model begini berapa banyak waktu terbuang sia-sia. Ingat, pihak panitia tak mungkin sampai menyiapkan akomodasi atau konfirmasi. Biasanya setelah pengumuman bahwa kamu dinyatakan lulus, langsung diinfokan tentang tes selanjutnya, Guys.

2. Mencantumkan Detail Gaji dan Komponennya

Foto: youtube.com

Saat ini sebagai pencari kerja kamu harus aktif, Guys! Internet bisa jadi sarana yang paling tepat. Kamu tinggal menggunakan mesin pencari kerja untuk mencari info lowongan pekerjaan.

Namun, saat kamu mencarinya, kamu harus hati-hati. Jangan sampai kamu tergiur karena iming-iming semata. Contoh, saat kamu membaca hasil googling-mu tentang penerimaan tenaga kerja, di situ disebutkan detail gaji yang diperoleh plus tunjangan-tunjangan, sementara spesifikasi kerjanya tidak terlalu jelas.

Ditambah lagi saat dicek di Google Maps, alamat perusahaan juga tidak jelas. Padahal perusahaan tersebut menuliskan banyak benefit yang akan diperoleh bila bekerja di perusahaannya. Ini perlu diwaspadai, Guys, agar kamu tak tertipu.

3. Ada Komponen yang Ganjil pada Pesan Panggilan Kerja

Foto: wawingsasongko.staff.ub.ac.id

Ada beberapa kasus di mana perusahaan mengirimkan panggilan kerja via WhatsApp. Nah, coba kamu perhatikan, Guys, ada yang ganjil gak pada pesan panggilan kerja tersebut.

Contoh, jarang sekali orang menuliskan HR Development. Yang lumrah pasti disingkat HRD. Nah, kalau kamu mendapati hal seperti ini, perlu dicurigai bahwa perusahaan itu abal-abal dan kamu harus extra teliti, Takaiters. Jika perusahaan itu profesional pastinya tidak akan melakukan kesalahan fatal tersebut.

4. Syarat Tenaga Kerja yang dibutuhkan Tak Jelas

Foto: jateng.tribunnews.com

Perusahaan yang terpercaya pasti mencari tenaga kerja yang berkualitas, maka saat kamu menemukan postingan suatu perusahaan yang tak mensyaratkan apa pun dan ditambah kata-kata, “langsung siap kerja dan tak membutuhkan pengalaman”, sementara di awal paragraf tertulis, “kami adalah perusahaan xxx yang memiliki cabang se-Indonesia membutuhkan …”

Bila diperhatikan pada pengumuman ini ada yang berlawanan. Kok, bisa ada perusahaan yang memiliki cabang seluruh Indonesia,tetapi tak menuliskan detail kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan. Wah, harus banget dipertimbangkan sebelum melamar di perusahaan itu, Takaiters!

Well, kamu pasti sangat ingin mandiri setelah lulus kuliah salah satunya dengan bekerja di perusahaan. Namun, sebagai generasi cerdas kamu juga harus berhati-hati agar tak tertipu oleh perusahaan yang bahkan tak jelas keberadaannya, ya, Takaiters.