Hai, Takaiters!

Sebagaimana diketahui, saat ini kondisi udara di sebagian Sumatera dan Kalimantan sangat buruk. Kabut asap telah menutupi jarak pandang menjadi sulit, sehingga mengancam kesehatan keselamatan masyarakat. Selain itu, kabut asap yang mengandung partikel debu, gas, zat kimia, dan lainnya yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan, dapat membahayakan kesehatan.

Kekhawatiran terjadinya kecelakaan pun menjadi alasan beberapa wilayah tidak mengizinkan adanya aktivitas penerbangan. Sementara aktivitas sekolah, sejak sepekan terakhir terpaksa diliburkan mengingat kualitas udara sangat berbahaya. Gangguan kesehatan akibat kabut asap juga dirasakan oleh masyarakat luar negeri, seperti dirilis cnnindonesia.com, Departemen Pendidikan Selangor terpaksa menutup 145 sekolah disebabkan Indeks Polusi Udara (API) saat ini sangat tidak sehat.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang mencemari udara seperti mendirikan rumah oksigen, membagikan vitamin, obat, dan menyarankan pemakaian alat pelindung pernapasan atau masker.  Oleh karena penggunaan alat pelindung pernapasan juga dianjurkan untuk menyaring udara agar tetap sehat.

Apakah penggunaan alat pelindung pernapasan atau masker  sudah benar? Yuk, kenali 4 jenis masker yang sehat.

1. Masker  Kain

Foto: sehatmagz.com

Masker kain seringkali dijumpai pada pengendara motor. Tepatnya untuk pelindung wajah, sebab pemasangan masker kain, tidak hanya menutup hidung, tetapi juga digunakan untuk menutup sebagian wajah.  Sebagian orang menyakini masker kain untuk mengusir polusi udara. Sayangnya masker ini belum efektif untuk menyaring polutan

2. Masker Sederhana

Foto: health.grid.id

Masker sederhana atau simple masker, adalah jenis masker yang umumnya digunakan saat bepergian. Sayangnya, sebagian orang kurang menyadari bahwa pemakaian masker sederhana ini, dapat bertahan 8 jam dan menyaring 30 hingga 40 persen polutan dan partikel besar. Patut diingat, kemampuan alat pelindung pernapasan hanya sekali dan tidak bisa berulang, sebab jika dicuci maka pori-pori akan melebar dan tentu komponen gas dari asap akan terhirup.

3. Masker Bedah

Foto: bp-guide.id

Salah satu jenis masker  sebagai alat pelindung pernapasan, adalah masker bedah (surgical mask). Manfaatnya dapat mengurangi terhirupnya partikel yang besar. Tingkat penetrasi  partikel ke dalam saluran pernapasan atau daya tembusnya sekitar 60-70 persen.

4. Masker N95

Foto: kompas.com

Masker N95 atau respirator didesain untuk mengurangi paparan partikulat dan ini disarankan di wilayah yang terpapar asap kebakaran. Oleh karena itu, saat beraktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker N95, sebab mampu menyaring polutan dan partikel halus (Particular Matter) sampai 95 persen dan mampu bertahan selama 7 hingga 8 jam. Desainnya yang ketat dan menyulitkan bernapas maka tidak disarankan bagi kelompok anak, ibu hamil maupun lansia.

Semoga keempat ulasan di atas dapat membantu Takaiters memilih masker yang sesuai dengan kebutuhan dan terhindar dari penyakit yang disebabkan asap.