Hallo, Takaiters!

Mungkin ada diantara kamu yang saat ini sedang gundah gulana di tengah-tengah pandemi corona yang belum berakhir. Apabila di luar sana banyak karyawan yang justru terkena PHK, akankah keinginan kamu untuk memperoleh promosi jabatan di perusahaan akan dapat terwujud?

Kamu mungkin terkadang harus sedikit kesal dan memendam sebuah kekecewaan akibat mentoknya karir kamu di perusahaan yang kamu geluti. Bertahun-tahun bekerja dengan penuh loyalitas namun belum juga diperhatikan dan dihargai perusahaan.

Nah, sebelum kamu melontarkan segala caci maki dan umpatan, sebaiknya kamu melakukan langkah introspeksi terlebih dahulu. Berikut ini beberapa penyebab yang bisa membuat kamu sebagai karyawan belum juga mendapatkan promosi jabatan :

  • Paradigma “Senioritas vs Kontribusi”

Penyebab karyawan gagal dipromosi
Foto: magazine.job-like.com

Banyak diantara karyawan yang berpikir bahwa promosi seharusnya didasarkan pada berapa lama ia bekerja di perusahaan. Padahal mekanisme promosi seperti ini sudah tidak berlaku umum dalam praktek ke-SDM-an saat ini. Dunia bisnis semakin menuntut karyawan untuk mampu menunjukkan prestasi dan kontribusi nyata di atas level rata-rata sehingga lama bekerja tidak selalu berkorelasi positif dengan laju karir karyawan.

  • Paradigma “Skill Teknis” vs “Skill Non Teknis”

Karyawan gagal dipromosi
Foto: dictio.id

Perusahaan dalam menentukan promosi karyawan tidak hanya melulu mendasarkan diri pada pertimbangan skill teknis namun juga aspek lain seperti attitude alias sikap kerja. Ketika seorang karyawan serba mengeluh karena merasa selalu diberikan tugas yang lebih berat dari biasanya maka perusahaan akan memberikan nilai yang negatif. Apalagi jika karyawan sering melakukan protes tanpa alasan yang jelas maka kredibilitas karyawan tersebut menjadi jatuh di mata perusahaan.

Dengan demikian, kinerja karyawan akan selalu dinilai berdasarkan 2 (dua) hal tadi yaitu skill teknis dan non teknis. Skill teknis adalah kemampuan dasar yang berkaitan dengan tugas-tugas utamanya. Maka kejarlah aspek ini jika masih kurang. Ikuti berbagai pelatihan, workshop, training, tutorial, dan pelatihan-pelatihan yang ada kaitannya dengan bidang tugas kamu.

Sedangkan skill non teknis berkaitan dengan aspek-aspek perilaku, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepatuhan, team work, ketahanan dalam menghadapi tekanan, kemampuan komunikasi, kemampuan bereaksi secara positif dalam menghadapi persoalan, dan lain-lain.

  • Jauhi Mentalitas “Anak-Anak”

Banyak diantara karyawan yang mungkin kurang menyadari bahwa ketika mereka bekerja, sebenarnya mereka sedang “menjual diri” mereka sendiri. Nilai seorang karyawan bergantung pada seberapa tinggi kualitas skill atau keterampilan kerja yang dimiliki. Beberapa karyawan terlihat memiliki mentalitas “anak-anak” yang tidak pernah akan mau belajar terus menerus untuk meningkatkan kualitas keterampilannya. Ia merasa rugi untuk bekerja keras dan lebih produktif. Fokusnya hanya pada upah dan upah. Orang seperti ini hanya ingin menuai hasil tetapi tidak mau menanam kerja keras, alias hanya mau mendapatkan sesuatu tetapi tidak mau memberi. Jadi, ini juga salah satu penyebab kamu gagal dipromosi.

  • Tidak ada Jalan Pintas Menuju Sukses

Foto: catetaneda.wordpress.com

Tak ada keberhasilan yang mudah didapatkan seperti membalikkan telapak tangan. Tidak ada kesuksesan tanpa ada rintangan. Bila kamu menginginkan promosi jabatan ke jenjang yang lebih tinggi, kamu harus memiliki kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan. Apabila saat ini kamu diberikan beban ”masalah” dengan takaran seperti sekarang, pertanyaannya, apakah kamu sanggup mengatasinya ? Bila kamu belum sanggup maka kamu jelas tidak mampu memikul beban yang lebih berat pada jenjang jabatan yang lebih tinggi.

Banyak karyawan yang mengeluh tentang kesulitan dan rintangan yang ia hadapi. Dan banyak diantara mereka memiliki pola pikir ”Kalau rintangannya tidak seberat ini, pasti saya bisa menyelesaikan tugas ini dengan tuntas”. Justru kamu sedang diuji apakah sanggup mengatasi masalah dan beban yang ada. Cobalah untuk menjadi problem solver dan bukan trouble maker.

Kalau suatu permasalahan bisa diselesaikan dengan baik dan selalu ditemukan solusinya, coba kamu tambahkan lagi tingkat kesukarannya, dan tinjau lagi, apakah berhasil tidak. Kalau belum, latihlah terus hingga berhasil. Dengan kata lain, bila posisi kamu sekarang supervisor, cobalah uji diri kamu apakah sanggup menjalani beban sebagai seorang manager.

Bila belum maka kamu tampaknya belum layak dipromosi. Dan ingat selalu bahwa tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan dan perjuangan. Semua ada harga yang harus dibayar. Dan seringkali, harganya (pengorbanan dan perjuangan) memang mahal untuk mencapai semua itu.

Bagaimana, Takaiters? Itulah hal penyebab gagal dipromosi, apalagi di tengah pandemi saat ini.