Hai, Takaiters.

Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Begitu pun dengan kemampuan yang ada dalam dirinya masing-masing. Akan tetapi masih banyak ditemukan orang tua yang gemar membanding-bandingkan anaknya sendiri dengan orang lain.

Mungkin orang tua berharap bila anak yang mereka bandingkan dengan saudara atau teman-temannya dalam pencapaian akademik bisa menjadikan sang anak lebih terpacu dan gigih dalam berusaha untuk bisa berprestasi dan mengalahkan saingannya. Namun, pada kenyataannya tidak semua anak dapat menjadi seperti yang orang tua harapkan dengan cara mendidik yang seperti ini.

Membanding-bandingkan anak justru akan membuatnya merasa kecil dan rendah diri sehingga keseharian mereka hanya akan dipenuhi dengan tekanan. Mereka bahkan cenderung merasa tak layak untuk berada di kehidupan orang tuanya karena beranggapan bahwa orang tuanya tidak bisa menerima kekurangan yang dia miliki.

Dampan Negatif Membandingkan Anak dengan Orang Lain

Memang terkesan sepele, membandingkan anak dengan orang lain bahkan tidak terlihat sebagai suatu hal yang bisa berakibat negatif. Akan tetapi tanpa disadari seorang anak bisa merasa bahwa hidupnya sangat buruk hanya karena dibanding-bandingkan. Pada dasarnya setiap anak tidak akan mungkin bisa tumbuh sama persis secara emosional, fisik, kepribadian, atau bahkan kecerdasannya sekalipun.

Meskipun ada hal positif yang diharapkan dari membandingkan anak, tetapi sebisa mungkin orang tua harus menghindarinya, terlebih bila lambat-laun perbandingan tersebut mengakibatkan anak merasa malu dan tidak berharga. Berikut beberapa dampak negatif membandingkan anak yang perlu diketahui.

1. Anak akan berpikir bahwa dirinya tidak berharga

Dampak Negatif Membandingkan Anak
Foto: Pixabay/Ambermb

Seorang anak yang sering dibanding-bandingkan akan berpikir bahwa dirinya tidak berharga di mata orang tuanya. Anak akan merasa minder dan mereka akan menganggap rendah pada dirinya sendiri.

Pada akhirnya, mereka percaya bahwa dirinya tidak berguna dan tidak dibutuhkan oleh siapa pun. Mereka bahkan akan beranggapan bahwa kehadirannya hanya membebani keluarga karena tidak dapat membuat bangga orang tuanya.

Hal seperti ini umum dirasakan oleh anak-anak yang dibandingkan dengan orang tuanya. Mungkin terkesan sangat sepele, tetapi perasaan seperti ini tidak boleh dibiarkan menumpuk sebab memungkinkan terjadinya hal negatif lainnya yang akan dirasakan oleh anak, seperti tidak mau mencintai dirinya sendiri hingga merasa depresi.

2. Kurang percaya diri

dampak buruk membandingkan anak
Foto: Pixabay/Rubberduck1951

Dampak buruk membandingkan anak bisa menyerang rasa kepercayaan dirinya. Ketika usahanya ternyata tidak dihargai oleh orang tua, bahkan sampai disindir, dicemooh, atau dibanding-bandingkan dengan hasil karya orang lain.

Anak-anak pasti akan merasa tertekan dan cemas untuk melakukan sesuatu. Tentu saja rasa percaya diri mereka akan gampang terkikis hingga tidak berani untuk menunjukkan diri dan hasil usahanya kepada orang lain, termasuk kepada orang tuanya sendiri.

Anak akan merasa takut untuk melangkah maju dan mulai berpikir bahwa apa pun yang mereka miliki tidak akan pernah berguna. Bahkan mereka juga akan berpikir bahwa kemampuan yang mereka punya tidak akan pernah cukup untuk mencapai hasil yang baik dan membuat orang tua bahagia. Hal tersebut tentu sangat menyakiti hati sang anak dan sangat disayangkan jika benar-benar terjadi.

3. Bakat Tidak Berkembang

dampak membandingkan anak
Foto: Pixabay/StockSnap

Apresiasi merupakan salah satu cara untuk mendidik anak sehingga mereka mampu mengembangkan bakatnya dengan baik. Akan tetapi bila bakatnya tidak dihargai oleh orang tuanya sendiri, hal tersebut hanya akan membuat mereka merasa malu dan tidak ingin belajar lagi.

Terlebih jika orang tuanya membandingkan antara dirinya dengan teman seusianya. Tanpa disadari ternyata perbuatan ini dapat mematikan kerativitas yang mereka miliki. Sehingga anak tidak mau lagi menekuni bakat yang dia miliki dan lambat-laun dia akan semakin tertinggal dari teman-temannya.

4. Jauh dari orang tua

Foto: Pixabay/Tom9802

Ketika orang tua mulai membandingkan anaknya dengan orang lain ataupun keluarganya sendiri, maka mereka akan merasa tertekan dan tidak nyaman berada di dekat orang tuanya.

Mereka akan terus berpikir bahwa dirinya memiliki banyak kesalahan dan tidak layak berada di sisi orang tua atau keluarganya. Anak yang dibanding-bandingkan akan menjauhi keluarganya secara perlahan dan terus mengurung dirinya tanpa rasa ampun.

Bahkan mereka akan menjadikan orang tua sebagai sumber rasa sakit. Alhasil, anak akan membenci hingga tidak mampu percaya kepada orang tuanya lagi. Pada akhirnya tumbuh kembang anak akan terganggu dan hal tersebut juga akan berpengaruh kepada perilakunya.

Mendidik anak memang menjadi tugas yang utama bagi orang tua. Bahkan mereka akan lebih dulu mencari orang tuanya ketika mengalami hari yang buruk. Oleh sebab itulah orang tua harus lebih bijak dalam menyikapi perkembangan dan prestasi yang mereka miliki.

Sebab beberapa dampak negatif membandingkan anak dengan orang lain ini sangat tak terampuni. Meski terkesan sepele, tapi hal tersebut akan sangat mengganggu perilaku serta menghambat perkembangan anak hingga mereka tumbuh dewasa.