Halo, Takaiters!

Semakin maju dan berkembangnya zaman tidak menjamin peradaban manusia semakin baik. Ada kalanya tutur kata, sikap, dan tindakan malah mengalami kemunduran. Salah satu bentuk paling nyata  dan sering dilakukan baik sengaja atau tidak sengaja adalah tindakan bullying yang tidak hanya dilakukan dan terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi juga pada orang dewasa, bahkan kadang dilakukan oleh mereka yang berpendidikan tinggi. Sungguh sangat menyedihkan, bukan?

Takaiters, tahukah kamu, sedikitnya ada 4 bentuk perundungan yang harus kamu ketahui dan hindari, tidak hanya menghindarinya sebagai korban, tetapi juga sebagai pelaku pem-bully. Apalagi kalau dilakukan dengan sengaja hanya buat lucu-lucuan, bahan bercanda dan ejekan. Seharusnya membuat kamu berpikir berkali-kali.

1. Perundungan Secara Fisik

Foto: liputan6.com

Perundungan secara fisik sangat nyata dan dapat langsung diindentifikasi, seperti memukul, menendang, bahkan mencekik leher. Bisa dilakukan seorang diri, juga secara berkelompok dan dilakukan untuk menyerang seseorang. For your information, tindakan perundungan secara fisik juga bisa dianggap sebagai tindakan kriminal, lo. So, berhati-hatilah dalam bersikap.

2. Perundungan Secara Verbal

Foto: salud-america.org

Lebih baik diam daripada kata-kata yang keluar dari mulut kita menyakiti hati dan perasaan orang lain. Apalagi jika hanya sekedar buat bahan olokan. Guys, perundungan secara verbal relatif sering dilakukan, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari memberi julukan buruk, celaan dan hinaan. Dianggap sepele, tetapi luka yang ditorehkan karena  hal tersebut akan membekas lama dan membuat rasa percaya diri seseorang menjadi hilang.

3. Perundungan Secara Sosial

Foto: talenta.co

Dalam kehidupan ini, terkadang ada rasa tidak suka pada seseorang, entah karena sifatnya, tidak sepemikiran, atau mungkin karena iri karena kelebihan yang dimiliki. Bisa jadi kamu menghindari dan menjaga jarak dengannya. Namun bukan berarti kamu mengajak teman-teman untuk ikut menjauhinya.

Mungkin kamu tidak pernah membayangkan kalau dikucilkan dari pergaulan dan sosial bisa membuat seseorang menjadi depresi dan rendah diri. Jangan sampai karena ketidaksukaanmu terhadap seseorang melibatkan orang lain secara bersama-sama untuk menjatuhkannya.

4. Cyberbullying atau Perundungan Dunia Maya

Foto: inet.detik.com

Yang terakhir sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia modern yang tidak bisa lelas dari aktivitas media sosial. Guys, sudah sering dengar ‘jarimu harimaumu?’. Jadi, ketika kamu membuat sebuah postingan yang bersifat menghina, mempermalukan, bahkan menyerang seseorang di akun twitter, facebook, instagram, atau jejaring sosial lainnya, sudah termasuk bentuk bully. Cyberbullying bisa dilakukan pada orang yang dikenal dan kepada publik figur yang tidak kita kenal sekalipun. Sudah banyak kasus cyberbullying yang berakhir dengan pelaporan kepada pihak berwajib dan seharusnya menjadi pelajaran bagi kita. So, bijaklah dalam menggunakan media sosial.

Takaiters, di zaman sekarang tidak banyak kepintaran yang dibutuhkan. Lebih dari itu bagaiman kita bersikap untuk menjaga diri dari segala bentuk intimidasi negatif di lingkungan sosial dan tidak menjadi pelakunya. Sekecil apa pun hal buruk yang dilakukan harus kita pertanggungjawabkan.