Loha, Takaiters!

Banyak orang beranggapan bahwa keterbatasan menjadi penghalang dan alasan untuk bermalas-malasan. Namun, berbeda yang dialami oleh para penghafal Alquran berikut ini. Bagi mereka, kekurangan fisik yang diderita justru bisa menunjukkan prestasinya sebagai penghafal Alquran. Siapa saja itu? Yuk, kita simak ulasannya berikut ini!

1. Muhammad Naja Hudia Afifurohman

Foto: kompasiana.com

Muhammad Naja Hudia Afifurohman yang akrab disapa Naja adalah salah satunya. Dia didiagnosis dokter menderita celebral palsy atau lumpuh otak. Artinya, sebagian sel otaknya yang mengatur gerak motorik itu rusak, tetapi hebatnya ia mampu menghafal 30 juz Alquran.

Bocah laki-laki asal Mataram Nusa Tenggara Barat, ini sukses membuat banyak orang terkagum-kagum karena kemampuan menghafal lembar demi lembar ayat-ayat Alquran. Naja mulai menghafal Alquran sejak usia 3,5 tahun hingga di usia 9 tahun ia mampu menghafal 30 juz Alquran. Ia juga sempat ikut di ajang Hafiz Indonesia 2019.

2. Syekh Jihad al Maliki

Foto: youtube.com

Sosok Syekh Jihad al Maliki sempat membuat haru sekaligus kagum masyarakat Indonesia atas kemampuannya menghafal Alquran. Sosok asal Mainan ini memiliki keterbatasan fisik berupa tunanetra. Meski begitu, hal tersebut bukan suatu halangan untuk menghafal Alquran melalui huruf braille. Kehadirannya di ajang Hafiz Indonesia tahun 2014 sukses menjadi inspirasi dan motivasi masyarakat Indonesia untuk lebih mempelajari Alquran.

3. Sarah Al Balushi

Foto: islampos.com

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan kebesarannya lewat seorang gadis bernama Sarah Al Balushi. Sama seperti Naja, gadis kecil ini menderita penyakit celebral palsy, tetapi dirinya mampu menghafal sedikitnya 42 surah Alquran dalam setahun. Sarah juga belajar menghafal Alquran di pusat Quran Mohammed bin Obaid, Uni Emirat Arab. Mulanya ia menghafal tiga surah yakni, An Nas, Al Falaq, dan Al Ikhlas. Kemudian dilanjutkan dengan ayat kursi dari surah Al Baqarah.

4. Fajar Abdulrokhim Wahyudiono

Foto: republika.co.id

Sama seperti Naja dan Sarah, Fajar Abdulrokhim Wahyudiono juga menderita celebral palsy (lumpuh otak), tetapi dianugerahi kemampuan untuk menghafal Alquran. Fajar terlahir prematur dengan berat 1,6 kg dan saat usia 1 tahun baru diketahui terkena celebral palsy. Berkat rekaman murattal yang setiap hari diperdengarkan, dalam usia 4,5 tahun fajar sudah menghafal Alquran. Tidak hanya itu, ia juga sudah meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Fajar Sang Hafizh Anak Lumpuh Otak Hafal Alqur`an”

Nah, Guys, kisah di atas bisa menampar siapa saja umat Islam yang masih sehat dan bertubuh normal, tetapi lalai terhadap agamanya. Meski hidup dalam keterbatasan, jangan jadikan kekurangan sebagai halangan untuk mencapai optimal kita, terus berusaha dan jangan menyerah. Semoga bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya.