Hai, Takaiters!

Wanita, perempuan, emak-emak, apapun sebutannya selalu akrab dengan kerempongan, ribet, selalu ingin tampak perfect. Tapi tidak berlaku dengan dua Srikandi ini, penakluk puncak gunung tertinggi di dunia. Siapa mereka? Yuk berkenalan:

1. Dua Mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Foto: jawapos.com

Fransiska Dimitri Ingkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari dua mahasiswa jurusan hubungan internasional dan anggota dari Mahitala Unpar, Mahitala adalah organisasi mahasiswa pencinta alam

2. Bermula dari Mahitala

Foto: phinemo.com

Mahitala memiliki misi ekspedisi ke tujuh puncak tertinggi dunia atau yang disebut Seven Summits. Pada tahun 2011 Unpar mengirim tim yang terdiri dari 4 orang pria untuk menaklukkan Sevent Summits, dan mereka menjadi orang pertama Indonesia yang menaklukkan Seven Summits.

Melihat pencapaian tersebut membuat Dimitri dan rekan ingin membuktikan jika wanita juga bisa menaklukkan Seven Summits dan bersaing di bidang pendakian.

Akhirnya Mathilda dan Dimitri bergabung dengan tim Seven Summits berjumlah 10 orang terdiri 6 pria dan 4 wanita, dan ekspedisi dimulai tanggal 24 Agustus 2014.

3. Catatan Perjalanan

Foto: marieclaire.co.id

Sebelum mencapai puncak tertinggi tim telah berhasil mencapai enam puncak gunung tertinggi didunia lainnya, yakni Gunung Carstensz Pyramid di Papua (4884 mdpl), Gunung Elbrus di Rusia (5642 mdpl), Gunung Kilimanjaro di Tanzania (5895 mdpl), Gunung Aconcagua di Argentina (6962 mdpl), Gunung Vinson Massif di Antartika (4892 mdpl), dan Gunung Delina di Amerika Serikat (6190 mdpl). Semua ini dilakukan dalam kurun waktu empat tahun. Tetapi sayang selama perjalan dua rekan wanita mengundurkan diri. Maka tinggal Dimitri dan Mathilda, anggota wanita yang tersisa. Dimitri dan Mathilda bertekad untuk menyelesaikan pendakian, hingga Gunung Everest di Nepal.

4. Persiapan Menuju Pendakian Gunung Everest Sang Dewi Langit

Foto: kumparan.com

Gunung Everest adalah gunung tertinggi di antara enam gunung yang telah didaki, yaitu 8850 mdpl, terletak di Nepal.

Persiapan yang dilakukan hampir sama dengan pendakian sebelumnya. Hanya mental yang perlu lebih dipersiapkan dan alat yang dibawa juga harus banyak karena gunung ini terkenal Medan yang sulit.

Sebelum melakukan pendakian gunung Everest yang berjuluk Sagarmatha atau Dewi langit dalam bahasa Nepal, Dimitri dan Mathilda harus melalui proses aklimatisasi atau adaptasi terhadap lingkungan di desa Zhaxi Zhongxiang yang berada pada ketinggian 4150 mdpl.

Pada tanggal 11 Mei 2018 tim mulai pendakian dari Everest Base Camp menuju puncak Everest. Dimitri dan Mathilda memerlukan waktu enam hari untuk dapat menancapkan merah putih di ‘The Highest Peak in The World’ pada 17 Mei 2018.

5. Pendaki Wanita Pertama Indonesia dan ASEAN, Penakluk Seven Summits

2 Srikandi Indonesia penakluk seven summits
Foto: kumparan.com

Keberhasilan Mathilda dan Dimitri menapakkan kaki di Everest dan enam gunung lainnya, membuat kedua Srikandi Indonesia yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) menjadi wanita pertama Indonesia dan ASEAN yang berhasil menaklukkan Seven Summits.

Guys, sangat membanggakan, ya, Mathilda dan Dimitri membuktikan bahwa wanita pun dapat menaklukkan puncak gunung dalam kelembutan sebagai kodrat wanita, sungguh membanggakan.