Halo, Takaiters!

Mengajar dan mendidik merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Apakah semua orang bisa menjadi guru? Tentu tidak, karena untuk menjadi guru harus memiliki keterampilan paedagogik dan profesional.

Keterampilan paedagogik merupakan suatu ilmu psikologi yang akan digunakan dalam mendidik anak sehingga menjadi seorang yang berprilaku dan berkarakter yang baik. Keterampilan profesional adalah ilmu atau keahlian yang diampu oleh seseorang sesuai dengan ilmu pendidikan yang didapatnya di perguruan tinggi.

Apakah Semua Orang Tua Bisa Menjadi Guru?

Foto: dohafamily.com

Jawaban ini pasti akan beragam. Setiap orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya terutama ibu. Rumah tangga sebagai madrasah ula bagi anak-anak, maka dari keluargalah dididik budi pekerti dan agama. Namun, tidak semua ibu mampu mengajari ilmu profesional seperti yang diberikan guru di sekolah, walaupun seorang ibu itu juga seorang guru sekolah.

Pada kondisi sekarang dengan merebaknya masalah Covid-19 sehingga pemerintah menginstruksikan untuk proses belajar dipindahkan ke rumah masing-masing dengan pantauan orang tua. Pembelajaran ada yang dilakukan dalam jaringan bagi yang berada di kota dan memiliki jangkau internet, maupun dengan tugas yang sudah diberikan guru sekolah secara manual.

Ketika Orang Tua Harus Berperan Ganda, Mampukah?

Foto: hirerush.com

Di sinilah orang tua akan berperan ganda sebagai orang tua yang disibukkan dengan pekerjaan dan tugas rumah tangga sekaligus menjadi guru di rumah selama 14 hari. Orang tua akan merasakan bagaimana mendidik dan mengajari anak dalam belajar dengan siswanya adalah anak sendiri dalam jumlah yang sedikit.

Dalam 14 hari pemberlakuan belajar di rumah kegalauan dan emosional orang tua meningkat saat menghadapi anak-anak belajar di rumah dengan sejumlah tugas yang harus dikerjakan oleh anak. Orang tua yang mempunyai anak lebih dari 3 orang dan masih pada usia Sekolah Dasar (SD) memiliki tingkat emosi yang tinggi dalam membimbing anak dalam belajar. Orang tua yang memiliki anak usia sekolah SMP atau SMA kewalahan menghadapi sikap dan karakter anaknya saat diminta untuk belajar begitu sulit dan malah melawan atau pergi keluyuran ke luar rumah.

Renungan Bagi Orang Tua

Foto: theirishtime.com

Bila kita renungkan sejenak bagaimana dengan guru di sekolah yang menghadapi 30 orang anak atau lebih dalam satu kelas dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Pernahkah kita sebagai orang tua berpikir seperti itu? Atau kita hanya pandai menyalahkan guru yang tidak mampu mendidik dan mengajar. Banyak yang menyalahkan pendidikan sekarang makin tidak bagus atau makin menurun.

Namun, guru dengan kemampuan profesional dan paedagogiknya mampu mengatur siswa yang jumlahnya banyak dari berbagai pola tingkah lakunya. Guru menggunakan berbagai metode, trik khusus, dan aturan yang dibuat sekolah sehingga bisa diikuti oleh semua siswa.

Guru tidak ada mengeluh dengan orang tua tentang bagaimana mendidik dan menghadapi anak di sekolah. Guru selalu mengajak orang tua untuk bekerjasama dalam proses pendidikan karena waktu bertatap muka dengan guru di sekolah hanya 8 jam selebihnya bersama orang tua.

Stop Sinisme Terhadap Guru

Foto: aceh.tribunnews.com

Begitu besar jasa seorang guru dalam mendidik anak sehingga mampu mendidik dan mengajar anak di sekolah dengan berbagai pola dan tingkah lakunya. Jasa seorang guru tidak bisa dihargai dengan uang karena begitu besar jasanya dalam mencerdaskan anak bangsa.

Stop sisnisme, amarah atau laporan orang tua jika anaknya mendapat hukuman karena tingkahnya yang tidak sesuai dengan peraturan atau mengganggu ketertiban belajar sekolah. Karena orang tua saja terkadang masih mengeluh mendidik anaknya yang hanya baru diberi rentang waktu 2 minggu mengawasi belajar di rumah.

So, Guys, mari kita belajar menghargai jasa seorang guru yang telah mencerdaskan anak-anak kita hingga menoreh prestasi yang mengahrumkan nama orang tua sendiri.