Halo, Takaiters!

Pencemaran menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi negara-negara berkembang. Di antaranya termasuk pencemaran air, tanah, dan udara.

Penyebabnya beragam, mulai dari limbah rumah tangga, limbah industri, pertanian, sampai pada rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Sepuluh negara ini dinobatkan sebagai tempat paling tercemar di dunia.

1. Norilsk, Rusia

Foto: clarin.com

Polusi udara di Kota Norilsk, Rusia, dianggap sangat parah. Hampir 500 ton tembaga, nikelolsida, dan dua juta ton sulfuroksida yang diakibatkan limbah industri. Bahkan karena keadaan ini, para pekerja pabrik di Norilsk diperkirakan punya usia hidup 10 tahun lebih rendah dibawah usia rata-rata warga Rusia.

2. Hazaribagh, Bangladesh

Foto: ourworld.unu.edu

Hazaribagh dikenal sebagai kawasan penyamakan kulit terbesar di Bangladesh. Sayangnya, sampai saat ini mayoritas pabrik pengelola kulit masih membuang limbah produksi ke sungai. Setiap hari, sungai Buriganga tercemar sekitar 22 liter limbah beracun yang bisa mengakibatkan penyakit kulit, pernapasan, sampai kanker. Padahal, sungai Buriganga adalah salah satu sumber mata air utama di Dhaka.

3. Pakistan

Foto: phys.com

Sungai Indus adalah salah satu sumber air bersih di Pakistan, sebagian besar sungai terbentang di India. Namun, saat ini kondisi sungai sudah tercemar limbah hasil industri. Di Pakistan tidak hanya air yang tercemar, bahkan udara, tanah, sampai suara. Pencemaran suara ini membuat lingkungan sangat bising dan tidak nyaman untuk ditinggali.

4. Kalimantan Barat, Indonesia

Foto: mongabay.co.id

Kalimantan sangat identik dengan tambang emasnya. Sayangnya, tidak semua pertambangan punya legalitas. Para penambang ilegal sering kali memakai zat merkuri beracun. Setiap tahunnya di wilayah ini tidak kurang dari 1.000 ton merkuri mencemari tanah dan air.

5. Sungai Citarum, Indonesia

Foto: mongabay.co.id

Bukan cuma di Kalimantan Barat aja, ternyata Sungai Citarum, Jawa Barat, mulai tahuan 2013 disebut sebagai sungai paling tercemar di dunia. Sampai pada tahun 2017 lalu, pemerintah masih berusaha mengatasi permasalahan limbah di sungai tersebut. 2.000 pabrik membuang sampahnya ke Sungai Citarum. Hal ini menyebabkan kondisi air seribu kali lipat lebih kotor dari air minum biasa.

6. Riachuelo, Argentina

Foto: worldcrunch.com

Limbah kimia 15.000 pabrik sudah mencemari sepertiga bagian sungai Matanza. Belasan pabrik tersebut mengotori sungai dengan zat berbahaya setiap harinya. Di antaranya seperti timbal, seng, tembaga, nikel, dan logam berat lainnya. Tidak cuma sungai, udara di Richuelo pun tercemar akibat asap pembuangan. Akibatnya masyarakat di sekitar sungai mengidap penyakit pernapasan dan usus.

7. Kabwe, Zimbabwe

Foto: fabionodariphoto.com

Kabwe adalah kota terbesar kedua di Zimbabwe. Ironisnya, anak-anak yang tinggal di wilayah ini mayoritas darahnya terkontaminasi timbal. Hal ini disebabkan logam berat yang menyebar dalam bentuk partikel debu karena proses pelelehan.

8. Chernobyl, Ukraina

Foto: news.kievukraine.info

Kecelakaan reaktor di Chernobyl, Ukraina, pada 25 April 1986 dianggap sebagai yang paling parah dalam sejarah. Sebelumnya, PLTN melakukan uji coba yang berujung pada peleburan inti atom. Hingga saat ini, tanah di sekitar PLTN masih tercemar sehingga berpengaruh pada kandungan bahan pangan yang ditanam di sana. Parahnya lagi, warga yang tinggal di sekitar sana banyak terserang leukimia. Hal ini yang menyebabkan tidak ada penduduk yang tinggal dalam radius 30 kilometer dari PLTN.

9. Afghanistan

Foto: theasian.asia

Afghanistan sejak mulai perang dengan Amerika Serikat pada tahun 2001. Hal ini jelas menjadikan Afganistan menjadi tempat yang tidak ramah untuk ditinggali. Ditambah lagi keadaan kota yang tercemar sampah di mana-mana. Di Kabul, ibu kota Afganistan, limbah rumah sakit dan rumah tangga bercampur begitu saja tanpa penanganan sanitasi yang baik.

10. Cina

Foto: hindustantimes.com

Cina didaulat sebagai negara paling polutif di dunia. Banyak zat berbahaya seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida bebas beredar di udara. Wilayah Beijing, Tianjin, dan Hebei menyumbang polusi terbesar karena merupakan pusat bagi industri besar.

Industri batubara, di sana tidak dilengkapi filter dan langsung menyemburkan polusi ke atmosfer. Keadaan ini juga diperparah minimnya ruangan terbuka hijau yang harusnya disediakan pemerintah.

Duh, Guys,  bahaya banget. Semoga permintaan setempat bisa segera mengatasi polusi yang mematikan ini. Kita sebagai warga juga punya kewajiban untuk membantu dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.